Kuliah Pertanian Modern: Pegang Cangkul atau Laptop?

  • 27 Agt 2026 09:59 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Perkuliahan Agroteknologi Universitas Tadulako kini tidak lagi identik dengan aktivitas mencangkul dan bekerja di lahan pertanian. Perkembangan teknologi membuat mahasiswa juga dibekali kemampuan mengolah data, melakukan riset, serta merancang konsep pertanian berbasis teknologi.

Hal tersebut disampaikan pengurus Himpunan Mahasiswa Agroteknologi atau Himagrotek Untad dalam program siaran Sore Ceria di RRI Pro 2 Palu.

Mahasiswa tingkat akhir Agroteknologi Untad, Nurul, mengatakan masih ada anggapan di masyarakat bahwa mahasiswa pertanian hanya berkutat dengan cangkul dan tanah. Namun, menurutnya, proses perkuliahan yang dijalani juga banyak berkaitan dengan penggunaan teknologi dan pengolahan data.

“Kebanyakan orang bilang kalau kuliah di Agroteknologi ini hanya memegang cangkul dan tanah. Padahal setelah dijalani, kebanyakan kuliah di Agroteknologi itu pegang laptop dan teknologi karena pertanian sekarang sudah maju untuk mengolah data,” ungkap Nurul.

Menurut Nurul, mahasiswa Agroteknologi tidak hanya belajar mengenai praktik budidaya di lapangan, tetapi juga mempelajari berbagai pendekatan ilmiah yang mendukung pengembangan sektor pertanian.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Himagrotek Untad 2026, Muhammad Tahir. Ia mengatakan mahasiswa pertanian juga diarahkan untuk mampu merancang inovasi dan konsep pengelolaan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi.

“Kita belajar sebagai mahasiswa pertanian bukan dituntut untuk langsung jadi eksekutor, tapi kita bisa jadi konseptor untuk bagaimana mengatur dan mengelola sektor pertanian itu agar lebih maju lagi,” kata Muhammad Tahir.

Perkembangan teknologi informasi dan pemanfaatan data dalam bidang pertanian membuat mahasiswa Agroteknologi dituntut memiliki kemampuan yang lebih beragam, mulai dari pemahaman teknis pertanian hingga analisis dan perencanaan.

Himagrotek Untad berharap pemahaman masyarakat terhadap bidang Agroteknologi dapat semakin luas, sehingga pertanian tidak lagi dipandang hanya sebagai pekerjaan konvensional, tetapi juga sebagai bidang yang membutuhkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....