Padungku Menjaga Tradisi Syukur Masyarakat Poso

  • 21 Agt 2026 12:02 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Padungku menjadi tradisi syukuran panen masyarakat Pamona di Poso, Sulawesi Tengah, yang diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang ini. Tradisi ini digelar setelah panen selesai sebagai ungkapan syukur sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kebersamaan masyarakat setempat.

Pelaksanaan Padungku melibatkan keluarga dan masyarakat dalam menyiapkan berbagai hidangan untuk dinikmati bersama selama rangkaian perayaan berlangsung bersama. Salah satu hidangan yang kerap disajikan adalah nasi bambu atau inuyu, makanan tradisional khas masyarakat Pamona setempat daerah.

Perayaan Padungku juga menjadi kesempatan masyarakat untuk bersilaturahmi, saling berkunjung, dan berbagi hasil panen dengan keluarga serta tetangga. Kegiatan bersama tersebut memperlihatkan nilai gotong royong yang tetap dijaga masyarakat melalui keterlibatan berbagai generasi dalam perayaan Padungku.

Selain ungkapan syukur, Padungku turut memperkuat identitas budaya masyarakat Pamona melalui kegiatan yang terus dilakukan bersama warga setempat. Tradisi tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk menjaga hubungan kekeluargaan serta mempererat persaudaraan di tengah perubahan zaman sekarang.

Pelestarian Padungku membutuhkan keterlibatan generasi muda agar mereka memahami makna tradisi dan meneruskannya kepada generasi berikutnya secara berkelanjutan. Masyarakat dapat mengenalkan Padungku melalui kegiatan budaya dan dokumentasi agar tradisi tersebut semakin dikenal oleh generasi muda setempat.

Melansir laman Dinas Pariwisata Kabupaten Poso, Padungku merupakan perayaan syukur masyarakat Pamona atas hasil panen yang diperoleh setiap tahun. Tradisi ini menjadi bagian dari kekayaan budaya Poso yang memperlihatkan hubungan antara pertanian, rasa syukur, dan kehidupan sosial. (DL)

Keberadaan Padungku menunjukkan warisan budaya dapat terus hidup ketika masyarakat menjaga nilai kebersamaan serta menghargai tradisi leluhur bersama. Pelestarian tradisi tersebut diharapkan membuat Padungku tetap dikenal sebagai identitas budaya masyarakat Poso bagi generasi mendatang secara berkelanjutan.

Padungku bukan sekadar perayaan setelah panen, melainkan momentum masyarakat memperkuat persaudaraan dan menjaga warisan budaya daerah secara bersama. Melalui pelestarian bersama, tradisi Padungku diharapkan tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian identitas masyarakat Poso. (DL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....