Jangan Takut Stigma, Cosplay Adalah Hobi yang Positif

  • 09 Agt 2026 15:46 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dunia cosplay masih sering mendapat stigma dari sebagian masyarakat. Tidak sedikit cosplayer yang dianggap aneh karena mengenakan kostum karakter favorit, bahkan laki-laki yang menggunakan riasan wajah kerap mendapat pandangan negatif.

Anggota Komunitas Euphoria ID, Haruki, mengaku pernah menghadapi anggapan tersebut. Menurutnya, masih ada masyarakat yang memandang cosplay hanya dari penampilan luar tanpa memahami bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kreativitas dan ekspresi seni.

Haruki menjelaskan cosplay pada dasarnya sama seperti hobi lainnya. Ia mengibaratkan penggemar sepak bola yang mengenakan jersey pemain idolanya, sementara cosplayer mengenakan kostum karakter yang mereka sukai sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tersebut.

"Kalau orang suka sepak bola, mereka memakai jersey pemain favoritnya. Cosplayer juga sama, hanya saja kami memakai kostum karakter yang kami sukai. Ini hobi dan tidak merugikan siapa pun," ujar Haruki dalam Program Jaga Malam Pro 2 Palu.

Menurut Haruki, cara terbaik menghadapi stigma adalah tetap fokus pada hal-hal positif. Selama hobi tersebut tidak merugikan orang lain, generasi muda tidak perlu takut untuk mengekspresikan diri dan terus berkarya.

Ia juga menilai perkembangan media sosial membuat masyarakat semakin terbuka terhadap berbagai bentuk kreativitas. Dukungan keluarga pun perlahan tumbuh setelah mereka melihat bahwa kegiatan cosplay dan dance dapat menjadi ruang belajar, memperluas relasi, hingga melatih kepercayaan diri.

Haruki berharap masyarakat dapat melihat cosplay sebagai bagian dari seni pertunjukan dan budaya populer. Ia juga mengajak anak muda untuk tidak mudah menyerah hanya karena stigma, melainkan terus mengembangkan bakat selama dilakukan dengan cara yang positif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....