Inovasi Batik Banava Reborn Siap Sambut Pameran Edukasi Budaya
- 25 Agt 2026 07:37 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pelestarian Batik Banava sebagai bagian dari kearifan lokal Sulawesi Tengah tidak hanya dilakukan melalui kegiatan edukasi dan pameran. Tim Program Inovasi Seni Nusantara Universitas Tadulako atau Untad juga menginisiasi pembentukan komunitas Batik Banava Reborn sebagai wadah untuk melanjutkan pengembangan batik khas daerah tersebut.
Komunitas tersebut dibentuk oleh tim pelaksana yang melibatkan akademisi, mahasiswa, alumni PGSD Untad, dan komunitas seni. Kehadirannya diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pengembangan Batik Banava setelah rangkaian program dan pameran berakhir.
Saat berbincang bersama Pro 2 RRI Palu, tim pelaksana menjelaskan Batik Banava Reborn akan mengembangkan motif tradisional dengan pendekatan desain yang lebih segar dan sesuai dengan selera generasi muda, tanpa menghilangkan ciri khas motif aslinya.
Alumni PGSD Untad sekaligus panitia kegiatan, Nurhalifa, mengatakan pembentukan komunitas tersebut menjadi langkah agar pelestarian Batik Banava tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Kami mendirikan komunitas Batik Banava Reborn sebagai wadah untuk terus berkarya dan menjaga warisan leluhur. Langkah ini diambil agar pelestarian Batik Banava tidak berhenti setelah acara selesai,” ujar Nurhalifa.
Selain menjadi wadah berkarya, Batik Banava Reborn ke depan direncanakan berkembang menjadi unit usaha kreatif. Pengembangannya antara lain diarahkan pada pembuatan busana dengan desain yang sesuai dengan tren anak muda, pengembangan aplikasi edukasi digital, serta pembentukan galeri pameran.
Sementara itu, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan edukasi, tim pelaksana juga menjadwalkan pameran Batik Banava secara luring dan daring. Pameran luring direncanakan berlangsung pada pertengahan Agustus di Palu Grand Mall sebagai ruang edukasi sekaligus apresiasi terhadap karya seni dan budaya lokal.
Pengembangan Batik Banava juga diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara seniman, pelajar, mahasiswa, komunitas, pemerintah, dan dunia industri.
Pihak penyelenggara menilai dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diperlukan agar inovasi berbasis kearifan lokal dapat terus berkembang.
Melalui Batik Banava Reborn, pelestarian budaya diharapkan tidak hanya menjaga motif dan nilai tradisional, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan warisan budaya tersebut melalui kreativitas, pendidikan, dan teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....