Mubdie Collective Angkat Makna Kreatif dan Budaya
- 08 Agt 2026 12:29 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu –Di balik nama Mubdie Collective, terdapat filosofi yang menggambarkan semangat kreativitas dan keinginan membangun ruang bersama bagi pekerja kreatif di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Founder Mubdie Collective, Amal, mengatakan nama Mubdie digunakan karena memiliki makna kreatif dalam bahasa Arab. Nama tersebut sebelumnya juga telah digunakan pada sejumlah usaha yang dikembangkannya, seperti Mubdie Art, Mubdie Studio dan Mubdie Koje.
Menurut Amal, pemilihan kata Mubdie juga dilakukan karena istilah kreatif sudah cukup banyak digunakan, sehingga dirinya ingin menggunakan nama yang memiliki makna serupa namun tetap memiliki karakter tersendiri.
“Saya adopsi dari bahasa Arab. Karena setelah saya cari-cari, ternyata di Indonesia sendiri belum ada yang pakai. Karena artinya juga kreatif,” ujar Amal.
Sementara itu, kata Koje yang digunakan pada salah satu lini produknya memiliki keterkaitan dengan budaya lokal. Amal menjelaskan, berdasarkan bahasa Kaili yang dipelajarinya, Koje merupakan salah satu jenis pakaian adat pria dari suku Kaili.
Mubdie Koje kemudian dikembangkan melalui produk kaos yang mengangkat ciri khas Sulawesi Tenggara. Sementara Mubdie Collective menjadi ruang yang lebih luas untuk menghimpun dan mempertemukan para pekerja kreatif.
Co-Founder Mubdie Collective, Iqbal, mengatakan komunitas tersebut tidak hanya ditujukan bagi desainer profesional. Ke depan, Mubdie Collective ingin membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia kreatif untuk belajar dan berkolaborasi.
Dengan usia komunitas yang masih terbilang muda, Mubdie Collective optimistis dapat berkembang menjadi wadah yang mempertemukan berbagai potensi kreatif di Kota Palu. Kehadirannya diharapkan turut memperkuat ekosistem industri kreatif sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan menjadi karya yang bernilai ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....