Tim PGSD Untad Kenalkan Batik Digital ke Sekolah

  • 07 Agt 2026 12:45 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tim akademisi dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Tadulako meluncurkan program Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang berfokus pada pelestarian kearifan lokal Donggala, Sulawesi tengah. Kegiatan ini didanai oleh Kemendikbudristek sebagai bentuk intervensi edukatif berbasis seni.

Batik Banava asal Donggala yang dulunya lahir sebagai terapi pascabencana kini diperkenalkan kembali kepada generasi muda. Langkah strategis tersebut juga sebelumnya diwujudkan lewat pelatihan intensif yang dimulai dari Sanggar Banava hingga merambah ke sekolah-sekolah.

Tim pelaksana menyasar siswa di SDN 15 Palu, SD sekitarnya, hingga SMK Negeri 1 Palu. Program ini tidak sekadar mengenalkan batik sebagai produk fisik, melainkan menjadikannya sebagai media pembelajaran seni yang terintegrasi di sekolah dasar dan menengah.

Tidak hanya itu, melalui pendekatan metode pendidikan yang menggabungkan lima bidang yakni Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika (STEAM) ini, siswa diajak memahami bahwa seni tradisional dapat dikolaborasikan secara apik dengan perkembangan teknologi modern. Cara kreatif ini dihadirkan agar generasi muda lebih antusias dan mencintai warisan budaya lokal.

"Kami mencoba mengangkat kembali batik Banava yang memotifkan kearifan lokal Sulawesi Tengah, lalu mengarahkannya ke tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi sebagai langkah pelestarian," ujar Kadek Hariana, dosen seni PGSD UNTAD.

Melalui sinergi antara akademisi, sanggar seni, dan pihak sekolah, program ini diharapkan melahirkan regenerasi pencinta budaya lokal. Karya karya kearifan lokal Sulawesi Tengah kini tidak hanya bertahan di sanggar tradisional, tetapi juga terus hidup di ruang ruang kelas untuk kemudian dipakai menjadi model pembelajaran seni modern di wilayah Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....