Communication Coach Imbau Gen Z Manfaatkan Medsos untuk Portofolio Digital Karir

  • 30 Jul 2026 10:30 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Pesatnya perkembangan lanskap digital telah mengubah secara mendasar proses rekrutmen tenaga kerja di Indonesia. Generasi Z (Gen Z) dituntut untuk tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mahir dalam mengemas keahlian diri (personal branding) melalui komunikasi yang efektif dan pemanfaatan media sosial secara produktif.

Communication Coach sekaligus Talent Scouter, Yaumil Masri, mengungkapkan bahwa banyak anak muda berbakat gagal menembus dunia kerja bukan karena kurangnya ilmu pengetahuan, melainkan karena ketidakmampuan mempresentasikan potensi yang mereka miliki saat berhadapan dengan Human Resources Department (HRD) atau tim rekrutmen.

"Sekarang kalau punya skill saja tidak cukup kalau kita tidak punya kemampuan untuk menyampaikan skill itu di kalangan orang-orang yang membutuhkan. Punya teknologi dan sosial media, manfaatkan itu untuk membangun portofolio dan memarketingkan dirimu," jelas Yaumil dalam Talkshow SPADA RRI Palu.

Yaumil menyoroti kecenderungan tim rekrutmen modern yang menjadikan platform media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga LinkedIn sebagai tolok ukur awal rekam jejak digital (digital footprint) calon pekerja. Oleh sebab itu, ia mendesak Gen Z agar menghentikan kebiasaan menjadikan media sosial sebagai tempat mengekspresikan keluhan atau konten destruktif, melainkan mengalihkannya sebagai portofolio digital yang bernilai ekonomis.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai rasa kurang percaya diri (insecure) dan keraguan untuk memulai dari skala kecil, Yaumil menyarankan agar anak muda segera mengambil tindakan nyata tanpa menunda-nunda momentum, memanfaatkan setiap detik waktu secara konsisten untuk mengasah bare minimum skill yang dikuasai.

"Setiap hari kita diberikan waktu yang sama 24 jam, yang membedakan adalah pilihan hidup yang diambil. Untuk teman-teman Gen Z, kalau punya bakat sekarang, kapan waktu terbaik untuk memulai? Bukan besok, bukan nanti, tapi sekarang," ujarnya.

Dengan memadukan hard skill, keterampilan public speaking, serta digital branding yang terarah, anak muda diyakini mampu menempatkan diri sebagai kandidat bernilai tinggi yang dicari oleh industri, ketimbang sekadar menjadi pencari kerja yang pasif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....