Delegasi Sulteng Bagikan Pengalaman Ikuti PPAN-SSEAYP 2026 di Tiga Negara
- 24 Jul 2026 10:02 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) menjadi salah satu wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan wawasan, kepemimpinan, serta membangun jejaring internasional. Melalui program ini, peserta tidak hanya belajar budaya negara lain, tetapi juga membawa identitas Indonesia di tingkat global.
Delegasi Sulawesi Tengah pada program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2026, Andi Moh. Ridho Pettalolo, mengatakan dirinya berkesempatan mengikuti pertukaran pemuda ke Jepang, Singapura, dan Thailand bersama delegasi dari berbagai negara ASEAN. Ia menjelaskan SSEAYP merupakan salah satu program PPAN yang diselenggarakan melalui kerja sama Pemerintah Jepang dan negara-negara ASEAN.
Ridho menjelaskan proses seleksi berlangsung cukup panjang. Peserta harus melewati seleksi tingkat provinsi dan nasional yang mencakup administrasi, tes tertulis, wawancara, unjuk bakat, hingga pemaparan rencana kontribusi setelah mengikuti program.
"Seleksinya ada dua tahap, mulai dari tingkat provinsi kemudian nasional. Selain administrasi dan wawancara, kami juga diminta mempresentasikan program yang akan kami lakukan setelah kembali ke daerah," ujar Ridho saat hadir di Program Sore Ceria Pro 2 Palu.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti diskusi internasional, kunjungan ke lembaga pemerintah, pertukaran budaya, hingga tinggal bersama keluarga angkat di Jepang. Mereka juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui tarian tradisional, kopi nusantara, mi instan Indonesia, permainan tradisional, dan aksara daerah kepada peserta dari negara lain.
Menurutnya, pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap pentingnya kolaborasi lintas negara. Ia menilai relasi internasional, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global.
"Saya ingin belajar dan memperbanyak relasi internasional. Di SSEAYP kami tidak hanya bertukar budaya, tetapi juga berdiskusi mengenai berbagai isu yang dihadapi negara-negara ASEAN," katanya.
Ridho berharap semakin banyak pemuda Sulawesi Tengah yang berani mengikuti PPAN pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, tetapi menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membawa nama daerah di tingkat internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....