Tante Kota Rawat Bahasa Kaili lewat Konten Digital
- 26 Jul 2026 12:13 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di tengah derasnya arus konten digital yang didominasi bahasa gaul dan tren media sosial, seorang kreator konten asal Sulawesi Tengah memilih mengambil jalan berbeda. Indriati, yang dikenal dengan sapaan "Tante Kota", konsisten menghadirkan konten berbahasa Kaili sebagai upaya melestarikan bahasa ibu agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Melalui akun media sosialnya, Indry mengemas informasi lokal dengan gaya ringan, komunikatif, dan mudah dipahami. Salah satu segmen yang menjadi ciri khasnya adalah "Info Kareba Kakomiu", yang dalam bahasa Kaili berarti "Informasi untuk Kamu". Saat ini, konten tersebut masih berfokus menyajikan berbagai informasi dan potensi yang ada di Kabupaten Sigi.
Komitmen tersebut turut ia bagikan saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Budaya di RRI Palu. Menurutnya, media sosial memiliki peran strategis untuk memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada generasi yang sehari-hari lebih akrab dengan bahasa Indonesia, bahasa gaul, maupun istilah-istilah digital.
"Saya ingin anak-anak muda melihat bahwa bahasa daerah itu keren, bisa dipakai untuk menyampaikan informasi, bercanda, bahkan membuat konten yang menarik. Karena itu saya membuat 'Info Kareba Kakomiu' agar bahasa Kaili hadir dalam kehidupan sehari-hari di media sosial," ujar Indriati.
Indry mengatakan, penggunaan bahasa Kaili dalam konten digital bukan sekadar mempertahankan kosakata, melainkan membangun rasa bangga terhadap identitas budaya Sulawesi Tengah. Menurutnya, bahasa daerah akan tetap lestari apabila terus digunakan dalam berbagai ruang komunikasi yang dekat dengan masyarakat, terutama ruang digital yang kini menjadi konsumsi utama generasi muda.
Ia menilai pelestarian bahasa tidak harus dilakukan melalui cara-cara yang formal. Konten kreatif yang mengangkat informasi lokal, budaya, kuliner, hingga kehidupan masyarakat dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperluas jangkauan bahasa Kaili kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui kehadiran "Tante Kota", bahasa Kaili perlahan memperoleh ruang baru di dunia digital. Langkah tersebut diharapkan mampu menginspirasi semakin banyak anak muda untuk berani menggunakan bahasa daerah dalam aktivitas sehari-hari, sehingga bahasa Kaili tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga tetap relevan dan hidup mengikuti perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....