Duta Bahasa Sulteng Kenalkan Bahasa lewat Program Kreatif

  • 17 Jul 2026 20:59 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026 menghadirkan berbagai program kreatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan literasi. Program-program tersebut menyasar pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Program Jaga Malam Pro 2 Palu menghadirkan Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026, yakni Arini Syafira Ridwan, Rizky Anugrah Mandua, dan Rizki Zahra Syamsiyyah. Masing-masing memperkenalkan program krida yang akan dijalankan selama masa pengabdian sebagai Duta Bahasa.

Rizky Anugrah Mandua menjelaskan dirinya mengusung program Kataku (Kartu dan Lagu untuk Bahasaku) yang berfokus pada pemartabatan bahasa Indonesia di ruang publik. Program tersebut mengenalkan padanan istilah bahasa Indonesia melalui media kartu permainan, lagu, dan aktivitas edukatif bagi pelajar.

"Kami memperkenalkan padanan istilah agar mereka terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar," ujar Rizky.

Menurutnya, penggunaan media kreatif membuat generasi muda lebih mudah memahami dan membiasakan penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah.

Sementara itu, Arini Syafira Ridwan mengembangkan program penguatan literasi dengan pendekatan yang lebih menyenangkan. Bersama kelompok kridanya, ia mengajak anak-anak mengenal literasi melalui permainan, diskusi, membaca, menulis, hingga aktivitas interaktif di panti asuhan.

"Kami mengemas literasi menjadi hal yang menyenangkan, sehingga masyarakat memahami bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku," kata Arini.

Di sisi lain, Rizki Zahra Syamsiyyah menjalankan program revitalisasi bahasa daerah melalui Kartu Laras Kata dan media digital. Program itu mengenalkan kosakata bahasa Buol, Bada, dan Kaili melalui permainan yang dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk mempelajari sekaligus melestarikan bahasa daerah.

"Setelah bermain, banyak peserta yang mengetahui kosakata baru dalam bahasa daerah dan tertarik mempelajarinya lebih jauh," ujar Rizki Zahra.

Menurutnya, inovasi ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah sebagai identitas budaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....