Mengenal Sindrom Menolak Dewasa
- 01 Jul 2026 13:18 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Istilah sindrom "menolak dewasa" semakin sering menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Fenomena ini menggambarkan kecenderungan sebagian generasi muda yang enggan menerima tanggung jawab kehidupan sebagai orang dewasa.
Melansir vaknin-talks, fenomena tersebut mulai terlihat di berbagai kota dan lingkungan sosial. Banyak anak muda memilih menunda pekerjaan, pernikahan, maupun kemandirian finansial karena berbagai pertimbangan.
Tekanan ekonomi, pengaruh media sosial, serta kecemasan menghadapi masa depan menjadi penyebab yang paling sering ditemukan.
Sindrom ini umumnya dialami oleh remaja hingga dewasa muda yang sedang berada dalam masa transisi kehidupan. Mereka cenderung merasa nyaman mempertahankan pola hidup tanpa beban tanggung jawab yang lebih besar.
Dampak sindrom "menolak dewasa" dapat dirasakan dalam hubungan keluarga maupun lingkungan kerja. Orang tua dan atasan sering mengalami kesulitan membangun komunikasi serta pembagian tanggung jawab yang seimbang.
Meski demikian, kondisi ini tidak dapat disamakan dengan sikap malas semata. Sebagian individu memerlukan pendampingan agar mampu membangun kepercayaan diri dan kesiapan menghadapi perubahan.
Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membantu generasi muda menghadapi proses menuju kedewasaan. Sekolah dan keluarga dapat menanamkan nilai tanggung jawab melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.
Selain keluarga, dukungan teman sebaya dan lingkungan yang positif juga memberikan pengaruh besar. Motivasi yang tumbuh bersama dapat membantu generasi muda menghadapi perubahan hidup dengan lebih siap. (JRL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....