Randa Ante Kabilasa Kota Palu 2026, Lebih dari Sekadar Kompetisi Duta Budaya

  • 29 Jun 2026 16:05 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID. Palu - Ajang Pemilihan Randa ante Kabilasa Kota Palu Tahun 2026 tidak hanya menjadi sebuah kompetisi mencari sosok terbaik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal budaya, mengembangkan potensi diri, serta menjadi representasi wajah daerah.

Dalam budaya suku Kaili di Kota Palu, istilah Randa memiliki makna sebagai perempuan dewasa, sementara Kabilasa menggambarkan laki-laki dewasa. Gelar tersebut bukan hanya simbol penghargaan, tetapi memiliki makna tanggung jawab sebagai generasi muda yang mampu menjaga nilai budaya, memiliki wawasan luas, serta ikut memperkenalkan identitas daerah.

Pemilihan Randa ante Kabilasa Kota Palu 2026 menghadirkan para finalis terbaik dari berbagai wilayah di Kota Palu. Proses seleksi yang dilakukan menjadi tahapan untuk mencari figur muda yang tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi dan penampilan, tetapi juga pemahaman terhadap budaya serta potensi pariwisata daerah.

Pada tahun 2026, gelar Randa Kota Palu berhasil diraih oleh Riska Aulia Ramadani, sementara gelar Kabilasa Kota Palu diraih oleh Sandi Asmar. Keduanya berhasil melewati berbagai tahapan hingga akhirnya dipercaya menjadi pemenang dan membawa amanah sebagai duta generasi muda Kota Palu.

Bagi Riska Aulia Ramadani, perjalanan menuju panggung kemenangan bukanlah proses yang mudah. Sebelumnya, ia pernah mengalami kegagalan ketika mengikuti ajang pemilihan Deiy Tejo. Saat itu, dirinya hanya berhasil meraih gelar tingkat kecamatan. Namun pengalaman tersebut justru menjadi motivasi besar untuk terus memperbaiki diri.

“Pengalaman sebelumnya membuat saya belajar bahwa setiap kegagalan bukan akhir dari perjuangan. Saya ingin membuktikan bahwa dengan usaha, doa, dan persiapan yang matang, kita bisa mencapai apa yang kita impikan,” ungkap Riska.

Sementara itu, perjalanan berbeda datang dari Sandi Asmar. Mengikuti ajang pageant untuk pertama kalinya menjadi tantangan tersendiri. Sandi mengaku keputusan mengikuti kompetisi tersebut merupakan langkah untuk keluar dari zona nyaman dan mengasah kemampuan diri.

“Ini menjadi pengalaman pertama saya mengikuti ajang seperti ini. Kemenangan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa nama baik Kota Palu,” ujar Sandi.

Randa dan Kabilasa Kota Palu 2026 kini memiliki tanggung jawab lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kaili, potensi wisata, serta nilai-nilai positif Kota Palu kepada masyarakat luas. Ajang ini menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus membawa daerah menuju masa depan yang lebih dikenal dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....