Komunitas Pemuda Palu Bergerak Jaga Kawasan Pesisir

  • 28 Jun 2026 20:30 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Komunitas pemuda di Kota Palu aktif melakukan aksi nyata untuk memulihkan ekosistem pesisir pantai pascabencana tsunami 2018. Kegiatan tersebut juga berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya kritis masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana geologi.

Komunitas yang tergabung melalui Yayasan Arsitek Komunikasi (Arkom) Indonesia dan Tong Ba Suara menjelaskan bahwa gerakan konservasi ini dilakukan secara swadaya melalui penanaman ribuan bibit mangrove guna menahan laju abrasi pantai. Namun, upaya pelestarian tersebut kini menghadapi tantangan serius akibat sampah kiriman yang diduga berasal dari luar negeri setiap awal tahun.

“Saya sendiri turun langsung dan mendapat sampah dari Vietnam serta Thailand di area mangrove,” ungkap Fajri anggota Tong Ba Suara.

Ia menyebut fenomena tumpukan limbah plastik lintas negara tersebut merupakan dampak nyata dari perubahan iklim global yang semakin dirasakan saat ini.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, para pemuda mengusulkan pemasangan jaring penahan sampah di sekitar area pertumbuhan mangrove yang masih muda. Menurut mereka, upaya fisik ini membutuhkan perhatian serius serta kolaborasi lintas sektor, baik dari pihak swasta maupun pemerintah.

Melalui edukasi dan advokasi yang terus dilakukan, kesadaran masyarakat setempat perlahan mulai meningkat dalam menjaga ruang hidup bersama. Warga kini berkomitmen untuk tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga kelestarian ekosistem laut di Teluk Palu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....