Limbah Tekstil Ancam Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
- 16 Jun 2026 08:38 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Limbah tekstil tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan manusia. Kondisi ini menjadi perhatian Komunitas Bumi Kita Lestari yang terus mengampanyekan pengurangan limbah fashion melalui berbagai kegiatan edukasi di Kota Palu.
Proses produksi hingga pembuangan pakaian bekas diketahui menghasilkan berbagai bentuk pencemaran, mulai dari limbah cair hingga emisi karbon yang berdampak pada kualitas lingkungan. Banyak limbah tekstil yang akhirnya berakhir di tempat pembuangan atau dibakar karena sulit diolah.
Tim Program dan Kemitraan Bumi Kita Lestari, Nova Ali mengatakan bahwa limbah tekstil dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan dan lingkungan.
“Limbah tekstil dapat mencemari air dan menghasilkan mikroplastik yang masuk ke rantai makanan. Ketika dibakar, limbah tersebut menghasilkan karbon dioksida yang mencemari udara dan berdampak pada kesehatan manusia maupun hewan,” ujarnya.
Menurutnya, mikroplastik yang berasal dari limbah tekstil berpotensi masuk ke tubuh ikan dan organisme lain yang kemudian dikonsumsi manusia. Kondisi tersebut menjadi ancaman jangka panjang yang perlu mendapat perhatian bersama.
Berdasarkan berbagai data yang dihimpun komunitas, limbah tekstil dunia mencapai puluhan juta ton setiap tahun. Jumlah tersebut menunjukkan perlunya perubahan pola konsumsi masyarakat agar tidak semakin memperparah pencemaran lingkungan.
Karena itu, komunitas Bumi Kita Lestari mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti menggunakan pakaian secara bijak, memperpanjang masa pakai pakaian, serta mendukung gerakan tukar pakaian sebagai salah satu solusi mengurangi limbah tekstil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....