Komunitas Super Teen Mangrove Heroes Kali Ini Sasar Pesisir Barat Donggala

  • 06 Jun 2026 11:56 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Pendiri Super Teen Mangrove Heroes, Pradnyan Ibad, Hendratno, dan Ista Nur Masyithah, melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Pantai Rerang, Kecamatan Damsol, Kabupaten Donggala, Jum'at (5/6/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi ekosistem pesisir sekaligus menjajaki peluang rehabilitasi kawasan pantai melalui penanaman mangrove.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Super Teen Mangrove Heroes dalam mendorong gerakan konservasi pesisir yang melibatkan generasi muda dan masyarakat setempat. Sebelumnya, pada Desember 2025, komunitas tersebut berhasil melaksanakan penanaman serta monitoring 1.500 bibit mangrove bersama ratusan pelajar di kawasan pesisir Kabonga Besar, Kabupaten Donggala, dan eks lokasi terdampak tsunami di Kelurahan Tondo, Kota Palu.

Dalam peninjauan kali ini, tim menemukan fakta yang cukup mengkhawatirkan terkait kondisi Pantai Rerang. Meski berada pada bentang garis pantai yang sama dengan wilayah Tompe yang terdampak parah bencana gempa dan tsunami 2018, kawasan tersebut belum memiliki perlindungan alami berupa ekosistem mangrove yang memadai.

"Keberadaan mangrove memiliki peran penting sebagai benteng alami yang mampu mengurangi dampak abrasi, gelombang tinggi, hingga potensi bencana pesisir lainnya. Ini menjadi perhatian serius mengingat sebagian besar masyarakat di sekitar Pantai Rerang menggantungkan kehidupan mereka pada sumber daya pesisir,"ujar Pradnyan.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas warga setempat berprofesi sebagai nelayan yang setiap hari beraktivitas di wilayah pantai. Selain itu, sejumlah lahan perkebunan milik masyarakat juga berada sangat dekat dengan garis pantai sehingga berpotensi terdampak apabila terjadi abrasi atau bencana pesisir.

“Kami berharap Bupati Donggala dan seluruh stakeholders terkait berkenan memberikan perhatian serta dukungan terhadap rencana kegiatan rehabilitasi mangrove di wilayah ini. Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan surat permohonan audiensi untuk memaparkan hasil survei,”imbuhnya.

Hendratno yang turut mendampingi survei lapangan menyampaikan bahwa wilayah pesisir barat Donggala perlu mendapat perhatian lebih dalam upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan. Menurutnya, langkah pencegahan melalui rehabilitasi ekosistem jauh lebih efektif dan murah dibandingkan harus menghadapi kerugian besar akibat kerusakan lingkungan di masa mendatang.

Sebagai bagian dari observasi awal, tim melakukan penanaman sejumlah bibit mangrove di beberapa titik Pantai Rerang. Penanaman uji coba tersebut dilakukan untuk mengamati tingkat keberhasilan hidup tanaman sekaligus memastikan kesesuaian habitat sebelum program rehabilitasi skala lebih besar dilaksanakan pada akhir tahun 2026.

Hasil pemantauan awal nantinya akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis mengenai jenis mangrove yang paling sesuai untuk ditanam di kawasan tersebut. Data tersebut juga akan digunakan sebagai bahan koordinasi dengan pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Melalui kegiatan ini, Super Teen Mangrove Heroes berharap dapat membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai investasi lingkungan jangka panjang. Kehadiran hutan mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....