Ngopi, Ngobrol, Ngaji: Cara Unik Mengajak Bapak-Bapak Kembali ke Majelis

  • 31 Mei 2026 15:29 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di tengah kesibukan bekerja dan menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, tidak sedikit bapak-bapak yang kesulitan meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan keagamaan secara rutin. Kondisi tersebut mendorong Yayasan Pondok Pesantren Al-Munaji di Kelurahan Petobo, Kota Palu, menghadirkan pendekatan berbeda agar para bapak tetap memiliki ruang untuk belajar agama sekaligus bersilaturahmi.

Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al-Munadji, Ustaz Aditya Sukarno Widodo, mengatakan kelompok pengajian bapak-bapak mulai dirintis sejak tahun 2013. Berbagai upaya sempat dilakukan untuk membentuk majelis bapak-bapak, namun sebagian besar tidak bertahan lama karena kesibukan para peserta.

Berangkat dari pengalaman tersebut, pengelola majelis kemudian mengemas kegiatan dalam suasana yang lebih santai. Pengajian yang digelar setiap Selasa malam di Masjid Darul Naim, dekat Terminal Petobo, tidak hanya berisi kajian agama, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan berbincang antarsesama jamaah.

PIC Majelis Nanoto Pura, Choirul Yahya, menjelaskan konsep yang diusung dirangkum dalam tagline "Ngobrol, Ngopi, Ngaji". Menurutnya, susunan tersebut sengaja dibuat untuk menunjukkan bahwa majelis hadir sebagai ruang yang nyaman dan tidak kaku bagi bapak-bapak.

"Tagline kami itu Ngobrol, Ngopi, Ngaji. Sengaja kami taruh ngajinya di urutan ketiga. Pendekatan seperti ini ternyata efektif karena bapak-bapak lebih santai dan tidak merasa terbebani ketika datang ke majelis," ujarnya di Acara Ngobras Pro 1 RRI Palu.

Yahya mengatakan mengelola bapak-bapak membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan kelompok ibu-ibu atau anak-anak. Karena itu, suasana kebersamaan dan silaturahmi menjadi salah satu daya tarik utama agar jamaah tetap rutin hadir.

Selain menjadi sarana belajar agama, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat hubungan antarwarga. Tidak sedikit peserta yang awalnya datang karena diajak teman, kemudian memilih untuk terus mengikuti kegiatan secara rutin.

Melalui konsep "Ngopi, Ngobrol, Ngaji", Yayasan Pondok Pesantren Al-Munadji berharap semakin banyak bapak-bapak yang terdorong untuk meluangkan waktu menuntut ilmu. Belajar agama tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal, tetapi juga dapat tumbuh dari kebersamaan, obrolan hangat, dan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....