Mandiri Secara Ekonomi, Risma Al-Aqrabin Lawan Stigma Melalui Program Bazar
- 13 Mei 2026 21:03 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Kemandirian finansial sering kali menjadi hambatan utama bagi organisasi kepemudaan dalam menjalankan program-programnya. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Risma Al-Aqrabin Kayumalue yang memiliki strategi jitu untuk mendanai setiap kegiatan mereka secara mandiri.
Strategi utama yang mereka jalankan adalah melalui program bazar makanan dan minuman yang dikelola langsung oleh divisi pendanaan. Keuntungan dari penjualan tersebut dikumpulkan secara telaten untuk membiayai acara-acara besar tanpa harus selalu bergantung pada proposal atau bantuan pihak luar.
Yulya Winancy, Bendahara Risma Al-Aqrabin, menjelaskan bahwa transparansi dan kedisiplinan anggota menjadi kunci keberhasilan ini. Selain bazar, mereka juga menerapkan sistem iuran kas mingguan sukarela dengan nilai minimal yang sangat terjangkau, yakni dua ribu rupiah per anggota.
"Kami sadar tidak semua anggota sudah bekerja, jadi kami tetapkan iuran seikhlasnya. Namun, konsistensi itulah yang membuat dana kami terkumpul cukup banyak untuk membiayai persiapan Maulid Nabi dan acara 17 Agustus nanti," jelas Nancy di studio RRI.
Langkah kemandirian ini diambil bukan tanpa alasan. Risma Al-Aqrabin ingin memutus stigma masyarakat yang menganggap pemuda masjid hanya bisa meminta bantuan tanpa adanya usaha kreatif untuk menghasilkan pendapatan sendiri bagi organisasi.
Dengan adanya dana mandiri, Risma Al-Aqrabin merasa lebih leluasa dalam berkreasi dan menentukan arah kebijakan organisasi. Hal ini diharapkan menjadi contoh bagi komunitas pemuda lainnya di Sulawesi Tengah bahwa dengan kreativitas dan niat yang tulus, keterbatasan biaya bukan lagi menjadi alasan untuk berhenti berkarya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....