Salada Sayuran Hidroponik Menyehatkan Bebas Pestisida

  • 02 Mei 2026 20:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Salada sayuran sehat hasil budidaya hidroponik kini semakin diminati masyarakat, khususnya di Desa Sidera, Kabupaten Sigi. Tanaman yang dikenal bebas bahan kimia ini menjadi pilihan karena dapat langsung dikonsumsi sebagai lalapan tanpa perlu khawatir akan residu pestisida. Selain lebih higienis, salada hidroponik juga memiliki tekstur yang segar dan rasa yang lebih renyah.

Tren konsumsi sayuran sehat ini turut mendorong para petani lokal untuk beralih ke metode hidroponik. Salah satunya adalah Subagio,petani salada di Desa Sidera yang merasakan langsung peningkatan permintaan pasar. Ia menyebut bahwa salada kini menjadi komoditas yang “lagi naik daun” di kalangan masyarakat yang peduli kesehatan.

Menurut Subagio, sistem hidroponik memberikan banyak keuntungan dibandingkan metode konvensional. Selain tidak menggunakan tanah, tanaman juga tumbuh lebih cepat dan terkontrol dari segi nutrisi.

“Kami tidak pakai bahan kimia berbahaya, jadi aman langsung dimakan. Ini yang membuat pembeli semakin tertarik,” ujarnya.

Dari segi ekonomi, budidaya salada hidroponik juga cukup menjanjikan. Subagio mengungkapkan bahwa harga salada di tingkat petani tergolong stabil.

“Harga per pohon diambil tengkulak di tempat sekitar lima ribu rupiah. Cukup terjangkau, tapi kalau panen selalu habis,” katanya.

Ia menambahkan bahwa siklus panen salada relatif singkat, yakni sekitar 45 hari sejak masa tanam. Dengan waktu yang tidak terlalu lama, petani dapat melakukan panen secara rutin dan menjaga ketersediaan pasokan di pasaran. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat usaha ini semakin diminati.

Permintaan yang terus meningkat juga membuka peluang bagi petani lain di Desa Sidera untuk ikut mengembangkan budidaya serupa. Selain memenuhi kebutuhan lokal, salada hidroponik juga mulai dilirik oleh pasar di luar daerah karena kualitasnya yang terjaga.

Dengan potensi yang besar dan dukungan pasar yang terus tumbuh, salada hidroponik diprediksi akan terus berkembang sebagai salah satu komoditas unggulan desa. Para petani berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah agar budidaya ini dapat diperluas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....