Harapan Hari Tari Sedunia Perkuat Pelestarian Budaya Bangsa

  • 29 Apr 2026 21:06 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Peringatan Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 April menjadi momentum penting bagi para pelaku seni untuk merefleksikan peran tari dalam menjaga identitas budaya bangsa. Melalui berbagai pandangan dan pengalaman, harapan serta pesan disampaikan guna memperkuat pelestarian tari tradisional di tengah perkembangan zaman.

Pemerhati seni, Ulfa Ria Indah, S.Sos., M.AP, menyampaikan harapannya agar generasi muda semakin mencintai tari tradisional, tanpa menutup diri terhadap perkembangan tari modern. Menurutnya, inovasi tetap diperbolehkan selama tidak meninggalkan pakem atau nilai dasar budaya yang melekat dalam setiap tarian.

“Generasi muda boleh berkarya dalam tari modern, tetapi jangan meninggalkan akar budaya. Karena setiap tarian kita punya makna dan rasa yang tidak dimiliki bangsa lain,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah dalam menyediakan ruang bagi komunitas seni, termasuk sanggar tari, serta menggelar kegiatan seperti lomba antar sekolah untuk meningkatkan minat generasi muda. Selain itu, Ulfa menyoroti perlunya dewan juri yang kredibel dan transparan dalam setiap perlombaan tari, guna menjaga kualitas dan kepercayaan para peserta.

Dalam pesannya, Ulfa mengajak masyarakat untuk lebih bangga terhadap budaya sendiri dan tidak menjadikan tari tradisional sebagai beban. “Cintai budaya kita, karena dari situlah identitas kita terbentuk,” tegasnya.

Sementara itu, dosen dan pelatih tari, Dr. Andi Indra Dewi, S.Pd., M.Sn, mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah hingga pelaku seni, untuk terus bergerak bersama dalam mengembangkan dan melestarikan budaya, khususnya di Sulawesi Tengah.

Ia berharap adanya dukungan nyata dari berbagai pihak, termasuk pemangku kebijakan, untuk memberikan perhatian terhadap karya-karya seni, sekecil apa pun bentuknya. Menurutnya, perhatian tersebut dapat memberikan dampak besar dalam mendorong semangat generasi muda untuk terus berkarya.

“Generasi muda perlu didorong untuk fokus melahirkan karya yang lebih baik, agar mereka bisa berkompetisi secara sehat dan terhindar dari pengaruh negatif,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kajian seni yang berkelanjutan, sehingga tercipta karya-karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kuat secara makna.

Dalam pesannya, Andi Indra Dewi menyampaikan bahwa menari bukan sekadar gerakan, melainkan panggilan jiwa.

“Ketika kita menari dari hati, maka keindahan itu akan hadir dengan sendirinya,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Tari Sedunia ini, diharapkan semangat untuk mencintai, melestarikan, dan mengembangkan tari tradisional terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi, dukungan, serta kesadaran bersama menjadi kunci utama agar warisan budaya bangsa tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....