Hari Tari Sedunia Bangkitkan Cinta Budaya Generasi Muda
- 29 Apr 2026 20:50 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April, RRI Palu melalui program “Tesa To Kaili” mengangkat tema “Hari Tari Sedunia: Saatnya Bangga dengan Budaya Sendiri”. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi tentang pentingnya menjaga eksistensi tari tradisional di tengah arus modernisasi yang kian kuat.
Menghadirkan dua narasumber, yakni pemerhati seni Ulfa Ria Indah, S.Sos., M.AP dan dosen serta pelatih tari Dr. Andi Indra Dewi, S.Pd., M.Sn, perbincangan fokus pada upaya menanamkan kecintaan terhadap tari daerah sejak usia dini. Keduanya sepakat bahwa pendidikan budaya harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah.
Ulfa Ria Indah menyoroti fenomena generasi muda yang saat ini lebih tertarik pada budaya populer seperti K-pop dan tari modern. Namun demikian, ia juga melihat adanya harapan melalui meningkatnya minat anak-anak, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa, dalam mengikuti kegiatan tari tradisional.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa pengaruh budaya luar sangat besar. Tapi di sisi lain, saya melihat anak-anak kita masih punya ketertarikan belajar tari daerah. Ini harus kita jaga dan fasilitasi dengan baik,” ujar Ulfa.
Ia menambahkan, peran orang tua sangat penting dalam mengarahkan minat anak agar tidak melupakan akar budayanya. Selain itu, diperlukan wadah yang memadai agar anak-anak dapat menyalurkan bakat dan minat mereka di bidang seni tari.
Sementara itu, Dr. Andi Indra Dewi menegaskan bahwa kekuatan tradisi tidak akan mudah tergeser oleh perkembangan zaman. Menurutnya, tari tradisional memiliki nilai filosofis dan identitas budaya yang kuat, sehingga tetap relevan untuk dipelajari dan dilestarikan.
“Tradisi itu punya kekuatan besar. Tari modern boleh berkembang, tapi tari tradisional tidak akan hilang selama masih ada generasi yang mau belajar dan mencintainya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah, khususnya dalam menyediakan ruang bagi komunitas tari untuk berkembang. Selain itu, keberadaan juri yang kredibel dalam setiap perlombaan tari dinilai sangat penting guna memberikan penilaian yang objektif dan memotivasi para pelaku seni.
Melalui momentum Hari Tari Sedunia ini, diharapkan seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku seni, dapat bersinergi dalam menjaga dan mengembangkan tari tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Dengan demikian, kebanggaan terhadap budaya sendiri dapat terus tumbuh di tengah derasnya arus globalisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....