Komunitas Turun Tangan Palu, Dari Kelas ke Aksi Nyata untuk Masyarakat

  • 29 Apr 2026 10:24 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Komunitas Turun Tangan Palu menjadi salah satu wadah bagi anak muda yang ingin berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui aksi nyata. Berawal dari gerakan nasional yang didirikan pada 2013, komunitas ini hadir di Kota Palu sejak 2016 dan aktif bergerak terutama pascabencana 2018.

Koordinator Turun Tangan Palu, Moh. Rezki Sukardi, menjelaskan bahwa komunitas ini berfokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan. Ia menegaskan, keterlibatan anak muda menjadi kunci utama dalam menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat.

“Kami ingin berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan sosial,” ujarnya di acara Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) di RRI Pro 1 Palu.

Beranggotakan sekitar 25 orang, komunitas ini diisi oleh mahasiswa yang tetap mampu membagi waktu antara kuliah dan kegiatan sosial. Mereka menjalankan program di luar jam perkuliahan, seperti akhir pekan, agar tetap seimbang antara akademik dan pengabdian.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah berbagi di bulan Ramadan, termasuk pembagian makanan sahur dan buka puasa. Selain itu, mereka juga aktif dalam kegiatan literasi dan bantuan sosial di panti asuhan serta wilayah yang membutuhkan.

Program terbaru yang dijalankan adalah “Publik Mengajar”, di mana para relawan turun langsung ke daerah pelosok seperti wilayah Watusampu dam Buluri. Di sana, mereka mengajar anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis serta memberikan bantuan alat tulis.

Pengalaman turun ke lapangan memberikan perspektif baru bagi para relawan. Ia menilai, interaksi langsung dengan masyarakat membuat relawan lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

“Kami melihat langsung masih ada anak-anak yang tidak sekolah karena keterbatasan biaya, itu yang membuat kami semakin tergerak,” tambahnya

Ke depan, Turun Tangan Palu berencana menjalankan program desa binaan di Kabupaten Donggala dengan fokus pada empat bidang, yakni pendidikan, kesehatan, sosial budaya, dan kerohanian. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Turun Tangan Palu juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas lain maupun pemerintah. Mereka berharap semakin banyak pihak yang terlibat untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....