Mahasiswa FISIP Untad Hidupkan Semangat Penyiaran Lewat Komunitas On Air

  • 27 Apr 2026 18:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Komunitas On-Air FISIP Universitas Tadulako menjadi bukti bahwa minat terhadap dunia penyiaran masih tetap hidup di kalangan mahasiswa, meskipun perkembangan media digital semakin pesat. Hal ini terungkap dalam program Ngobras Pro 1 RRI Palu yang menghadirkan pengurus On Air sebagai narasumber.

Komunitas On-Air yang merupakan singkatan dari organisasi pecinta televisi dan radio ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat di bidang penyiaran. Tidak hanya berasal dari jurusan Ilmu Komunikasi, organisasi ini juga terbuka bagi mahasiswa lintas program studi di FISIP yang memiliki ketertarikan pada dunia media.

Ketua Umum On-Air, Nabila Aulia ND, menjelaskan bahwa organisasinya bergerak di bidang penyiaran dengan berbagai aktivitas seperti peliputan, pembuatan podcast, hingga produksi konten digital. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar praktis bagi mahasiswa yang ingin terjun langsung ke dunia media.

“On-Air itu sendiri bergerak di bidang penyiaran dan media. Jadi kami belajar meliput, membuat podcast, hingga memahami perkembangan media digital tanpa melupakan radio dan televisi,” ujar Nabila dalam Ngobras Pro 1 RRI Palu.

Ayin, Bendahara Umum On-Air juga menambahkan komunitasnya ini memiliki empat divisi utama, yakni radio, televisi, public relations (PR), dan digital media. Masing-masing divisi memberikan pengalaman berbeda, mulai dari menjadi penyiar, reporter lapangan, hingga mengelola konten media sosial. Anggota juga didorong untuk mempelajari lintas divisi melalui program seperti coaching clinic.

Tak hanya berfokus pada internal kampus, On Air juga aktif menjalankan program kerja yang menyentuh masyarakat, seperti “On Jurnal” yang mengangkat cerita dari desa-desa terpencil. Selain itu, mereka juga merencanakan kolaborasi dengan berbagai komunitas untuk memperluas jaringan serta memperkenalkan dunia penyiaran kepada khalayak lebih luas.

Menariknya, komunitas ini juga menjadi ruang pembentukan karakter bagi mahasiswa, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri. Anggota yang awalnya pemalu dituntut untuk berani tampil, baik saat siaran maupun ketika melakukan wawancara di lapangan.

Melalui kehadiran On Air, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di bangku kuliah, tetapi juga pengalaman nyata di dunia penyiaran. Di tengah gempuran teknologi digital, komunitas ini membuktikan bahwa radio dan televisi tetap relevan, selama terus beradaptasi dan dikembangkan oleh generasi muda yang kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....