Seafood Tahan Lama? Ini Rahasia Teknik Vakum

  • 27 Apr 2026 07:52 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Bagi pecinta makanan laut, menjaga kesegaran seafood seperti ikan dan udang kerap menjadi tantangan tersendiri. Tanpa teknik penyimpanan yang tepat, bahan makanan ini mudah mengalami penurunan kualitas, mulai dari perubahan tekstur hingga munculnya aroma tidak sedap hanya dalam hitungan hari.

Namun, solusi praktis kini dapat dilakukan di rumah melalui teknik pengemasan vakum atau vacuum sealing. Metode ini terbukti mampu menjaga kesegaran seafood lebih lama, bahkan hingga enam bulan, jika dilakukan dengan benar.

Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah proses pembersihan. Seafood perlu dicuci menggunakan air mengalir, disarankan dengan air es untuk menjaga suhu tetap rendah sekaligus menekan pertumbuhan bakteri. Setelah itu, bahan harus ditiriskan hingga benar-benar kering guna menghindari gangguan pada proses penyegelan.

Tahap berikutnya adalah pre-freezing atau pembekuan awal. Seafood yang telah dibersihkan sebaiknya dimasukkan ke dalam freezer selama satu hingga dua jam hingga setengah beku. Cara ini penting untuk menjaga struktur daging agar tidak rusak saat proses vakum berlangsung.

Selain itu, pemilihan plastik juga menjadi faktor penting. Plastik khusus vakum berbahan food grade dengan tekstur embos disarankan karena mampu membantu proses pengeluaran udara secara maksimal. Plastik yang cukup tebal juga diperlukan untuk mencegah kebocoran, terutama pada seafood yang memiliki bagian tajam.

Proses inti terletak pada penggunaan mesin vacuum sealer. Pengemasan dilakukan dengan memastikan tidak ada udara tersisa di dalam plastik serta segel tertutup rapat. Kondisi tanpa oksigen ini efektif menghambat pertumbuhan bakteri aerob yang dapat merusak makanan.

Setelah dikemas, seafood harus segera disimpan dalam freezer dengan suhu stabil di bawah minus 18 derajat Celsius. Konsistensi suhu menjadi kunci agar kualitas rasa, tekstur, dan nutrisi tetap terjaga dalam jangka waktu panjang.

Dengan penerapan teknik ini, kita tidak hanya dapat menghemat waktu dan biaya belanja, tetapi juga memiliki cadangan bahan makanan laut yang tetap segar dan higienis. Inovasi sederhana ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi rumah tangga dalam mengelola bahan pangan, sekaligus mendukung pola konsumsi yang lebih efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....