Tantangan Kode Etik dan Independensi Profesi Jurnalis Modern
- 18 Apr 2026 20:50 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Peran jurnalis tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Hal ini tercermin melalui berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PWI Peduli Sulawesi Tengah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sejumlah aksi nyata telah dilakukan, mulai dari penanganan pasca bencana gempa, pandemi Covid-19, hingga bantuan bagi korban banjir di berbagai wilayah. Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada masyarakat miskin ekstrem yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
Ketua PWI Peduli Sulawesi Tengah, Syahrul, menegaskan bahwa jurnalis tidak boleh hanya mengejar berita, tetapi juga harus memiliki empati terhadap kondisi sosial. Ia menyebut bahwa nilai kemanusiaan menjadi bagian penting dalam profesi jurnalistik.
“Jurnalis itu bukan hanya berburu berita, tetapi juga berburu empati. Ketika kita turun langsung membantu masyarakat, di situlah fungsi sosial pers benar-benar terasa,"ujarnya.
Salah satu contoh nyata terjadi di Kabupaten Buol, di mana bantuan yang disalurkan PWI Peduli menyasar warga yang belum terjangkau program pemerintah. Bahkan, kegiatan tersebut sempat memicu perhatian dan teguran terhadap organisasi perangkat daerah terkait agar lebih responsif terhadap kondisi masyarakat.
Di sisi lain, jurnalis juga dihadapkan pada tantangan besar terkait kode etik dan independensi dalam menjalankan profesinya. Kerja sama atau memorandum of understanding (MOU) dengan pemerintah maupun pihak ketiga kerap disalahartikan sebagai alat untuk membatasi fungsi kritik pers.
Fenomena ini menjadi “rahasia umum” di kalangan jurnalis, di mana mereka harus dihadapkan pada pilihan antara mengikuti kontrak kerja sama atau tetap menjalankan tugas sesuai kode etik. Kondisi ini menuntut integritas tinggi dari setiap jurnalis dalam menjaga independensi.
Syahrul menegaskan bahwa integritas merupakan kunci utama dalam profesi jurnalistik.
"Menjadi jurnalis adalah panggilan jiwa yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk menyuarakan kebenaran,"tegasnya.
Ia berharap para jurnalis tetap konsisten menjaga kepercayaan publik dengan menjunjung tinggi kode etik. Dengan demikian, pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....