Krisis Kepercayaan Publik Tantangan Besar Profesi Jurnalis

  • 18 Apr 2026 20:44 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Isu krisis kepercayaan publik terhadap profesi jurnalis kembali mencuat dalam diskusi bertajuk “Pewarta Bukan Pembawa Petaka” yang mengemuka di tengah masyarakat. Topik ini menjadi penting seiring maraknya persepsi negatif terhadap pewarta akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat dinilai masih kesulitan membedakan antara wartawan profesional, jurnalis, dan jurnalis warga yang aktif di media sosial. Kondisi ini berdampak pada semakin kaburnya batas profesi, sehingga kepercayaan publik terhadap kerja jurnalistik ikut tergerus.

Ketua PWI Peduli Sulawesi Tengah, Syahrul, menegaskan bahwa tidak semua pihak yang mengaku wartawan menjalankan tugas sesuai kode etik jurnalistik. Ia menyebut adanya oknum yang justru mencederai profesi dengan tindakan yang tidak profesional.

“Pewarta itu bukan pembawa petaka, tetapi penyampai informasi yang benar dan berimbang. Namun, ada oknum yang mengatasnamakan wartawan tanpa memahami kode etik, sehingga merusak kepercayaan masyarakat,"ujarnya.

Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut menjadi tantangan serius bagi insan pers dalam menjaga integritas profesi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat agar mampu membedakan jurnalis yang bekerja secara profesional dengan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Upaya peningkatan profesionalisme terus dilakukan oleh organisasi pers bersama pemerintah melalui uji kompetensi wartawan. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa jurnalis yang bertugas memiliki kemampuan dan pemahaman yang sesuai standar.

Meski demikian, masih ditemukan pihak-pihak yang bertindak seolah-olah sebagai wartawan tanpa mengikuti mekanisme resmi dan tanpa mematuhi kode etik. Hal ini dinilai menjadi salah satu penyebab utama menurunnya citra jurnalis di mata publik.

Ke depan, sinergi antara organisasi pers, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan publik. Dengan menjunjung tinggi kode etik dan profesionalisme, diharapkan jurnalis dapat kembali menjadi sumber informasi yang kredibel dan dipercaya masyarakat.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....