Eksistensi BSB sejak 1994 dan Tantangan Minat Mahasiswa

  • 18 Apr 2026 14:52 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Berdiri sejak tahun 1994, Bengkel Seni Balia (BSB) Universitas Tadulako UNTAD Palu, terus berupaya menjaga eksistensinya di tengah dinamika kehidupan kampus yang kian berubah.

Memasuki tahun 2026, organisasi yang telah berusia lebih dari tiga dekade ini menghadapi tantangan serius dan salah satunya yaitu menurunnya minat mahasiswa untuk berorganisasi serta stigma negatif masa lalu.

Sahrul, anggota Litbang BSB, mengungkapkan bahwa kunci bertahannya organisasi ini terletak pada kemampuan menghubungkan nilai-nilai sejarah dengan isu sosial yang relevan bagi mahasiswa masa kini.

"Kami mencoba menghubungkan eksistensi yang sudah lama ada dengan kondisi sekarang. Penting bagi kami untuk melihat isu sosial yang berkembang agar organisasi tetap relevan di tahun 2026 ini,"ujar Sahrul.

Ia juga menuturkan , BSB tidak boleh sekadar menjadi pajangan sejarah, melainkan harus tetap fungsional di era modern. Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya keinginan mahasiswa untuk bergabung dalam wadah resmi.

Sementara itu Kirana, perwakilan BSB lainnya, menyebutkan bahwa media sosial kini menjadi ujung tombak untuk mengubah persepsi tersebut. Ia menyoroti adanya jarak antara besarnya bakat seni mahasiswa dengan keengganan mereka untuk masuk dalam struktur organisasi.

"Tujuan kami aktif di medsos karena melihat minat mahasiswa terhadap kesenian semakin menurun. Banyak yang berminat pada seni, tapi malas masuk organisasi karena isu lama seperti pengaderan keras atau perpeloncoan,"ungkapnya.

Menurutnya, kelesuan ini adalah ketakutan akan budaya pengaderan yang dianggap keras. Untuk itu BSB kini berkomitmen penuh untuk menghapus stigma perpeloncoan tersebut guna menarik kembali minat generasi muda dalam melestarikan kesenian dan kebudayaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....