Soroti Nasib Guru Diniyah, Gubernur Sulawesi Tengah Ajak Masyarakat Ikut Peduli

  • 02 Apr 2026 22:50 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyoroti kondisi guru Madrasah Diniyah Awaliyah yang masih memprihatinkan dalam momentum Haul Guru Tua di Palu. Ia menyebut, banyak guru yang hanya menerima honor minim dan bahkan tidak dibayarkan secara rutin.

Menurut Gubernur, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diselesaikan. Ia menilai, keberadaan madrasah diniyah merupakan bagian penting dari warisan pendidikan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Guru-guru kita di madrasah diniyah masih sangat memprihatinkan, honornya kecil bahkan kadang dibayar tidak menentu,” ujarnya dalam sambutan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Peran masyarakat, khususnya Abnaulkhairaat, sangat dibutuhkan untuk membantu menopang keberlanjutan pendidikan keagamaan di tengah keterbatasan anggaran.

Selain itu, Gubernur juga mendorong penguatan kebijakan melalui program wajib belajar 13 tahun. Program ini diharapkan dapat memasukkan Madrasah Diniyah Awaliyah ke dalam sistem pendidikan formal sehingga memiliki dasar hukum yang kuat.

“Izin Pak Menteri, kami sedang menggodok peraturan daerah wajib belajar 13 tahun agar madrasah diniyah bisa mendapatkan perhatian dan pembiayaan yang layak,” tambahnya.

Menurutnya, selama ini kebijakan wajib belajar 12 tahun belum mengakomodasi pendidikan diniyah. Akibatnya, banyak lembaga dan tenaga pengajar di madrasah diniyah belum mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah.

Ia berharap dengan adanya regulasi tersebut, pemerintah daerah maupun pusat dapat lebih optimal dalam memberikan bantuan anggaran. Dengan demikian, kesejahteraan guru diniyah dapat meningkat dan kualitas pendidikan semakin baik.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong dalam mendukung pendidikan. Ia menekankan bahwa kepedulian bersama menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan warisan pendidikan Guru Tua.

Momentum haul ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mendorong langkah nyata dalam memperhatikan nasib guru diniyah. Upaya kolektif dari pemerintah dan masyarakat diyakini mampu memperkuat fondasi pendidikan keislaman di Sulawesi Tengah. WRN

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....