Dari Bukit Thursina ke Alkhairaat, Habib Rotan Jalan Kaki Hadiri Haul Guru Tua

  • 02 Apr 2026 21:39 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Suasana religius menyelimuti Kota Palu dalam rangkaian Haul Guru Tua, pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, rabu (01/04/2026). Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah aksi long march yang digelar oleh pendiri Yayasan Dzikir Nurul Khairaat Palu, Habib Muhammad Saleh bin Abu Bakar Alaydrus atau yang dikenal sebagai Habib Rotan, dari Bukit Thursina menuju kawasan Alkhairaat di Jalan Sis Aljufri Palu.

Longmarch ini diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari santri, majelis taklim, hingga masyarakat umum. Mereka berjalan kaki sambil melantunkan dzikir dan shalawat, menciptakan suasana khidmat sepanjang perjalanan.

Karim, salah satu jemaah yang ikut aksi tersebut mengatakan, longmarch ini diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari santri, majelis taklim, hingga masyarakat umum. Mereka berjalan kaki sambil melantunkan dzikir dan shalawat, menciptakan suasana khidmat sepanjang perjalanan.

"Perjalanan ini dimulai dari pukul 09.00 wita karena sebelumnya dilaksanakan shalat dhuha berjamaah terlebih dahulu," ujar Karim.

Menurutnya kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan spiritual. Longmarch menjadi simbol perjuangan, keteladanan, serta upaya meneladani nilai-nilai dakwah yang diwariskan Guru Tua.

Selain longmarch, rangkaian Haul Guru Tua juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Mulai dari pembacaan maulid, dzikir bersama, hingga tausiah yang menghadirkan para ulama dari dalam dan luar daerah.

Momentum haul ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi ribuan abnaulkhairaat yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran mereka tidak hanya mempererat ukhuwah, tetapi juga menguatkan semangat dalam melanjutkan perjuangan pendidikan dan dakwah Alkhairaat.

Di sepanjang Jalan Sis Aljufri, aktivitas masyarakat terlihat meningkat signifikan. Sejumlah pelaku UMKM turut meramaikan suasana dengan menjajakan berbagai kebutuhan jamaah, mulai dari makanan, minuman, hingga pernak-pernik bernuansa religi.

Haul Guru Tua setiap tahunnya memang menjadi magnet besar bagi masyarakat. Tidak hanya sebagai peringatan wafatnya ulama kharismatik, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan kecintaan terhadap ulama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....