Komunitas Historia Tekankan Pentingnya Literasi Sejarah Guru Tua
- 31 Mar 2026 11:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID,Palu-Komunitas Historia Sulawesi Tengah menyampaikan harapan besar kepada pemerintah dan generasi muda dalam upaya pelestarian sejarah Guru Tua. Hal ini disampaikan sebagai bagian dari komitmen komunitas untuk terus menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Komunitas Historia memberikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika yang telah memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya, khususnya dalam penyebaran informasi sejarah melalui berbagai platform. Dukungan tersebut dinilai menjadi langkah awal yang penting dalam mengenalkan kembali sosok Guru Tua kepada masyarakat luas.
Meski demikian, komunitas juga berharap adanya kerja sama yang lebih berkelanjutan ke depannya. Mereka mendorong pemerintah untuk tidak hanya memberikan ruang, tetapi juga turut berkolaborasi dalam produksi konten sejarah, termasuk pembuatan dokumentasi visual, penulisan narasi sejarah, hingga pengarsipan digital yang lebih sistematis.
Ketua Komunitas Historia Sulawesi Tengah, Mohammad Herianto, menegaskan bahwa sinergi antara komunitas dan pemerintah sangat dibutuhkan agar pelestarian sejarah tidak berjalan sendiri-sendiri. “Kami berharap ke depan ada kerja sama jangka panjang, khususnya dalam pembuatan konten dan penulisan sejarah Guru Tua agar lebih terstruktur dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Selain kepada pemerintah, Komunitas Historia juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar lebih sadar dan peduli terhadap sejarah. Mereka mengajak anak muda untuk aktif membaca, mencari informasi, serta memahami perjalanan hidup Guru Tua sebagai bagian dari identitas lokal yang patut dibanggakan.
Menurut Herianto, generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus dalam menjaga dan menyebarluaskan sejarah.
“Kami ingin anak muda tidak hanya tahu, tetapi juga memahami. Caranya dengan banyak membaca, berdiskusi, dan menggali informasi dari berbagai sumber tentang Guru Tua,” tambahnya.
Lebih lanjut, Komunitas Historia menekankan pentingnya literasi sejarah yang tidak berhenti pada pemahaman semata, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk tulisan. Penulisan sejarah Guru Tua dinilai masih perlu diperbanyak, baik dalam bentuk buku, artikel, maupun dokumentasi lainnya yang dapat menjadi referensi bagi generasi mendatang.
Dengan adanya dukungan pemerintah dan meningkatnya kesadaran generasi muda, Komunitas Historia optimistis pelestarian sejarah Guru Tua dapat terus berkembang. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Sulawesi Tengah. (AL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....