Momen Haru Sunatan Massal, Dari Menangis hingga Berani Disunat

  • 29 Mar 2026 16:23 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Suasana haru dan cemas mewarnai pelaksanaan khitanan massal yang digelar oleh Majelis Dzikir Nurul Khairaat di Masjid Hijau Al Amin, Kota Palu. Salah satunya dialami seorang anak berusia empat tahun bernama Gibran Anggara.

Gibran yang merupakan anak pertama dari pasangan keluarga di kawasan Bukit Thursina sempat menangis sebelum menjalani proses khitan. Rasa takut terlihat saat ia menyaksikan anak-anak lain lebih dahulu mengikuti tindakan tersebut.

Sang ibu, Ila, mengaku harus membujuk anaknya agar bersedia ikut khitanan massal. Ia bahkan memberikan iming-iming sederhana agar sang anak mau menjalani proses tersebut.

“Dibujuk, dikasih permen supaya dia tidak takut dan mau disunat,” ujarnya.

Setelah proses selesai, Gibran tampak lebih tenang meskipun sebelumnya sempat menolak. Ia kemudian bergabung kembali bersama anak-anak lain di lokasi kegiatan.

Ila menjelaskan, proses perawatan pasca khitan akan dilakukan di rumah dengan bantuan sang ayah. Perawatan dilakukan dengan pemberian obat serta menjaga kebersihan luka agar cepat kering.

Kegiatan khitanan massal ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis, tetapi juga menghadirkan suasana ramah anak dengan menyediakan makanan ringan dan hiburan sederhana bagi peserta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....