Pertanyaan Sensitif Warnai Tradisi Halal Bihalal Generasi Muda

  • 27 Mar 2026 13:07 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tradisi halal bihalal bagi masyarakat Suku Kaili di Kota Palu masih menjadi momen penting untuk mempererat silaturahmi setelah Hari Raya Idulfitri. Melalui tradisi ini, keluarga besar biasanya saling berkunjung untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan kekeluargaan.

Namun di tengah perkembangan zaman, generasi muda mulai menghadapi tantangan tersendiri saat mengikuti tradisi tersebut. Salah satunya adalah munculnya berbagai pertanyaan pribadi dari kerabat saat berkumpul.

Pertanyaan seperti “kapan menikah?” atau “sudah bekerja di mana?” kerap muncul dalam suasana halal bihalal. Bagi sebagian anak muda, pertanyaan tersebut terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman.

Kondisi ini membuat sebagian generasi muda merasa canggung ketika menghadiri acara silaturahmi keluarga. Bahkan tidak sedikit yang memilih menghindari pertemuan karena khawatir menghadapi pertanyaan serupa.

Budayawan Sulawesi Tengah, Suaib Djafar, menilai fenomena tersebut merupakan bagian dari perubahan pola pikir generasi saat ini. Menurutnya, anak muda kini lebih fokus mempersiapkan masa depan sebelum memutuskan untuk menikah.

"Keluarga sebaiknya menyampaikan pertanyaan dengan cara yang lebih bijak agar tidak menimbulkan tekanan bagi generasi muda. Dengan begitu, suasana halal bihalal tetap terasa hangat dan nyaman," ujarnya saat dialog di program Motutura di RRI.

Suaib Djafar juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak-anak agar memahami etika dalam bersilaturahmi. Pendidikan nilai budaya dan akhlak perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga.

Selain itu, penguatan nilai etika dan budaya juga dapat diperkenalkan melalui pendidikan di sekolah. Dengan demikian, tradisi halal bihalal tetap dapat terjaga sebagai ruang silaturahmi yang harmonis antar generasi. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....