Tradisi Lebaran Suku Kaili Tetap Hidup di Era Modern
- 27 Mar 2026 12:58 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Tradisi halal bihalal bagi masyarakat Suku Kaili di Kota Palu, Sulawesi Tengah, masih terus dijaga sebagai bagian penting dari budaya Lebaran. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat tetap mempertahankan nilai kebersamaan, silaturahmi, serta saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa.
Halal bihalal tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antar kerabat dan tetangga. Suasana Lebaran biasanya diawali dengan berbagai persiapan yang dilakukan bersama oleh keluarga, baik di kampung maupun di kota.
Salah satu tradisi yang masih dijalankan adalah “sudaka”, yaitu berbagi makanan kepada keluarga dan tetangga. Masyarakat juga menyiapkan makanan khas seperti mandura dan gogoso yang biasanya dibuat bersama sebagai simbol kebersamaan keluarga.
Mandura memiliki filosofi mendalam dengan tiga warna, yaitu merah, putih, dan hitam yang melambangkan tiga pilar kehidupan masyarakat: tokoh agama, tokoh adat, dan pemerintah. Nilai ini sejalan dengan semangat “Nosarara Nosabatutu” yang berarti hidup bersaudara dan bersatu.
Budayawan Suaib Djafar mengatakan tradisi tersebut menjadi sarana menanamkan nilai persaudaraan kepada generasi muda melalui kebiasaan berkumpul, berbagi, dan saling menghormati.
" Ini adalah tradisi turun temurun di tanah Kaili,"ungkapnya saat di wawancara di program Motutura apresiasi budaya Pro 4 RRI Palu.
Selain itu, masyarakat juga menjalankan tradisi “Nolabe”, yaitu membaca doa syukuran sekaligus berziarah ke makam leluhur sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. Setelah itu dilanjutkan dengan “Nesiara”, yakni mengunjungi rumah kerabat dan tetangga.
Keceriaan Lebaran juga terlihat melalui tradisi “Hagala”, yaitu memberikan uang kepada anak-anak yang datang berkunjung. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.
Untuk menjaga tradisi tetap lestari, Dewan Adat Kaili terus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda, termasuk melalui pendidikan dan praktik langsung di sekolah agar nilai budaya tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (AL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....