Inovasi Pelestarian Bahasa Kaili dari Sekolah hingga Media Sosial

  • 26 Mar 2026 21:33 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Upaya pelestarian bahasa daerah terus dilakukan di Sulawesi Tengah melalui berbagai inovasi yang melibatkan dunia pendidikan, komunitas budaya, hingga pemanfaatan media sosial. Salah satu bahasa yang menjadi perhatian adalah bahasa Kaili yang digunakan oleh masyarakat di wilayah Palu dan sekitarnya.

Pelestarian bahasa daerah kini diperkuat melalui penerapan kurikulum muatan lokal di sejumlah sekolah, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Melalui mata pelajaran tersebut, siswa diperkenalkan pada kosakata, percakapan, serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam bahasa Kaili.

Selain pembelajaran di kelas, berbagai kegiatan kreatif juga digelar untuk membuat bahasa daerah lebih menarik bagi generasi muda. Kegiatan tersebut antara lain lomba bercerita berbahasa Kaili, pantun berbahasa Kaili, teater Kaili, hingga stand-up komedi menggunakan bahasa Kaili. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa daerah mereka.

Budayawan Sulawesi Tengah, Siti Norma Marjanu, mengatakan pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif agar dapat diterima oleh generasi muda.

“Pembelajaran bahasa daerah tidak boleh hanya terpaku pada buku pelajaran. Harus ada pendekatan yang kreatif dan menyenangkan seperti lomba cerita, teater, hingga pertunjukan seni, sehingga anak-anak merasa bangga menggunakan bahasa daerahnya,” ujar Siti Norma Marjanu saat dialog di program Siaran berjaringan nusantara di PRO 4.

Selain melalui kegiatan seni dan pendidikan, pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian bahasa daerah. Sejumlah anak muda memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk membuat konten berbahasa Kaili, mulai dari menyanyikan lagu daerah hingga membuat video percakapan sederhana.

Menariknya, konten berbahasa Kaili tidak hanya dibuat oleh anak muda di Palu, tetapi juga oleh anak-anak dari luar daerah seperti Maluku yang mencoba menyanyikan lagu daerah Kaili dan membagikannya melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa daerah dapat dikenal lebih luas melalui perkembangan teknologi digital.

Program pelestarian bahasa daerah ini juga melibatkan berbagai kelompok usia, mulai dari anak usia dini, pelajar sekolah, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Peran orang tua juga menjadi penting karena keluarga merupakan tempat pertama bagi anak untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kolaborasi antara pendidikan, kegiatan budaya, serta pemanfaatan media digital, pelestarian bahasa daerah di Sulawesi Tengah diharapkan dapat terus berkembang dan tetap hidup di tengah generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....