Tradisi Pasiar Warnai Silaturahmi Lebaran Warga Palu
- 24 Mar 2026 22:21 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Perayaan Idul Fitri di Palu tidak hanya menjadi momen untuk saling memaafkan, tetapi juga diwarnai dengan berbagai tradisi yang masih terus dijaga masyarakat. Salah satunya adalah tradisi pasiar atau halal bihalal dengan saling berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
Tradisi pasiar biasanya dilakukan setelah pelaksanaan salat Idul Fitri hingga beberapa hari setelah Lebaran. Warga mendatangi rumah saudara, tetangga maupun kerabat untuk bersilaturahmi sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan.
Dalam tradisi ini, tuan rumah biasanya menyambut tamu dengan berbagai hidangan khas Lebaran. Selain itu, ada pula kebiasaan berbagi hagala, yaitu memberikan uang kepada anak-anak atau saudara yang datang berkunjung sebagai bentuk kebahagiaan dan berbagi rezeki di hari raya.
Salah seorang warga Palu, Ahmad, mengatakan tradisi pasiar sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan keluarganya setiap Lebaran.
Menurutnya, kegiatan saling berkunjung tersebut bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga yang mungkin jarang bertemu di hari-hari biasa.
“Setiap Lebaran kami biasanya berkunjung ke rumah saudara dan keluarga. Anak-anak yang datang juga biasanya diberikan hagala atau uang sebagai tanda berbagi kebahagiaan di hari raya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi pasiar membuat suasana Lebaran terasa lebih hangat karena keluarga dapat berkumpul, saling memaafkan, serta mempererat tali silaturahmi.
Tradisi ini hingga kini masih terus dijaga oleh masyarakat di Kota Palu sebagai bagian dari budaya lokal yang memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan dalam perayaan Idul Fitri. (AL)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....