Ban dan Pelek Prima, Kunci Perjalanan Aman saat Mudik Balik

  • 23 Mar 2026 22:16 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Menghadapi arus balik yang padat, para pemilik kendaraan diingatkan untuk memberikan perhatian ekstra pada kelayakan ban dan pelek. Sebagai satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal, ban memikul beban terberat selama perjalanan jauh.

Pengecekan kesehatan ban tidak boleh dilakukan sekilas saja pemilik kendaraan wajib memastikan ketebalan tapak ban masih berada di atas batas Tread Wear Indicator (TWI) untuk menjamin traksi yang optimal.

Salah satu komunitas mobil Kota Palu, Foryou Tadulako Solidarity dengan slogan salam satu aspal tiga pedal ini menceritakan bahwa salah satu komponen terpenting dari mobil adalah ban dan bagian lainya.

”Mobil tanpa ban bukanlah mobil, layaknya manusia semuanya harus lengkap dan harus sesering mungkin di perhatikan,”ujar Anggi Ketua Foryou Tadulako Solidarity saat dialog di PRO 2 RRI Palu.

Selain kondisi tapak, pemeriksaan dinding ban atau sidewall secara teliti menjadi langkah krusial untuk mendeteksi adanya benjolan atau retakan halus. Kerusakan pada dinding ban sangat berisiko memicu pecah ban secara tiba-tiba, terutama saat suhu permukaan aspal meningkat akibat cuaca panas dan gesekan terus-menerus.

Deteksi dini terhadap kelainan fisik ini dapat mencegah terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya saat kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi. Salah satu anggota lainya mengemukakan Faktor tekanan udara juga menjadi aspek yang sering terabaikan namun sangat memengaruhi performa ban apa lagi dengan muatan yang di bawah.

"Ban yang kekurangan angin saat membawa muatan penuh akan lebih cepat panas dan rawan mengalami kerusakan struktur, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya,"imbuhnya.

Di sisi lain, sektor pelek sering kali dianggap sebagai komponen yang kebal terhadap kerusakan, padahal guncangan keras saat menghantam jalan berlubang bisa mengubah struktur metalnya.

Pemilik kendaraan perlu melakukan deteksi terhadap keretakan mikro atau kondisi bibir pelek yang tidak rata (peyang). Kerusakan sekecil apa pun pada pelek dapat memengaruhi keseimbangan kendaraan dan kenyamanan pengemudi selama menempuh perjalanan panjang menuju kota asal.

"Jangan abaikan guncangan keras pada lubang jalan; retakan mikro pada pelek bisa memicu getaran hebat pada setir yang sangat membahayakan saat kecepatan tinggi,"tutupnya.

Jika ditemukan kerusakan ringan di bawah 2 cm, pelek biasanya masih bisa diperbaiki oleh spesialis dengan teknik yang tepat. Namun, jika retakan sudah menjalar atau kerusakan struktur terlalu parah, pelek harus segera diganti dengan yang baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....