Hari Perempuan Sedunia Momentum Aksi Nyata Dukung Kesetaraan

  • 08 Mar 2026 20:42 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tanggal 8 Maret menjadi momentum di seluruh dunia untuk menghargai perjuangan perempuan dalam meraih hak, kesetaraan, serta peran penting mereka dalam berbagai bidang kehidupan. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa upaya untuk mencapai keadilan gender masih terus berlangsung di banyak negara.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Perempuan Sedunia mengangkat tema Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls. Tema tersebut menekankan pentingnya memastikan perempuan dan anak perempuan memperoleh hak yang setara, perlindungan hukum, serta kesempatan yang adil dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Menurut United Nations pada 8 Maret 2026, tema tahun ini mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk tidak hanya mengakui hak-hak perempuan, tetapi juga mengambil langkah nyata agar hak tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini meliputi penghapusan diskriminasi, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta peningkatan akses perempuan terhadap peluang ekonomi dan kepemimpinan.

Dalam historis, Hari Perempuan Sedunia berawal dari gerakan buruh perempuan pada awal abad ke-20 yang menuntut kondisi kerja yang lebih baik, hak memilih, serta kesetaraan hak. Salah satu peristiwa penting yang melatarbelakangi peringatan ini adalah aksi demonstrasi perempuan pekerja di Amerika Serikat pada tahun 1908 yang menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, upah yang layak, dan hak politik.

Gagasan untuk memperingati hari khusus bagi perempuan kemudian diusulkan oleh aktivis perempuan asal Jerman, Clara Zetkin, dalam Konferensi Perempuan Sosialis Internasional di Kopenhagen pada tahun 1910. Usulan tersebut mendapat dukungan dari berbagai negara dan sejak saat itu Hari Perempuan mulai diperingati di banyak tempat.

Pada tahun 1975, United Nations secara resmi mulai memperingati Hari Perempuan Sedunia dan menjadikannya bagian dari upaya global dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Sejak saat itu, peringatan ini terus berkembang menjadi gerakan internasional yang mengajak berbagai pihak untuk mendukung hak-hak perempuan.

Kini, lebih dari satu abad setelah pertama kali digagas, Hari Perempuan Sedunia tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga refleksi atas berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan di seluruh dunia. Melalui peringatan ini, masyarakat diharapkan terus mendorong terciptanya dunia yang lebih adil, aman, dan setara bagi semua perempuan dan anak perempuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....