Psikolog atau Psikiater, Pilih Mana?
- 16 Feb 2026 07:50 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Ketika seseorang merasa kondisi mentalnya tidak baik-baik saja, kebingungan sering muncul tentang harus berkonsultasi ke psikolog atau psikiater terlebih dahulu. Psikolog Husnul Khatimah menjelaskan bahwa keduanya memiliki peran berbeda namun saling melengkapi dalam penanganan kesehatan mental.
Dalam perbincangan di RRI Palu di Palu, Husnul menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu bingung menentukan langkah awal. Konsultasi dengan psikolog dapat menjadi pintu pertama untuk memahami kondisi emosional yang dialami.
“Kalau bingung harus ke mana dulu, bisa mulai dari psikolog. Nanti psikolog juga bisa merujuk ke psikiater jika memang membutuhkan penanganan medis,” jelasnya.
Ia menerangkan, perbedaan utama psikolog dan psikiater terletak pada metode penanganan atau treatment. Psikiater merupakan tenaga medis yang dapat memberikan terapi farmakologis atau obat-obatan, terutama pada kasus yang sudah tergolong berat.
“Biasanya penanganan oleh psikiater diperlukan pada kondisi yang sudah sangat ekstrem atau mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari secara serius,” ujarnya.
Sementara itu, psikolog berfokus pada pendampingan melalui pendekatan psikologis seperti konseling, terapi perilaku, dan penguatan mekanisme koping individu. Meski demikian, Husnul menegaskan bahwa kedua profesi tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Psikolog dan psikiater itu bekerja sama, terutama pada kasus yang kompleks. Jika dibutuhkan obat, psikolog akan merujuk. Jadi sebenarnya mereka saling melengkapi,” tambahnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak menunda mencari bantuan profesional ketika merasakan tekanan mental yang berlarut. Menurutnya, langkah mencari pertolongan merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, bukan tanda kelemahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....