Nada Deep, Up, dan Energik dalam Voice Over
- 04 Feb 2026 11:56 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pernyataan yang disampaikan Dzaky Najwan, karyawan swasta yang menekuni dunia voice over, saat menjadi narasumber dalam Program Sore Ceria PRO 2 Palu, Senin (02/02/2026). Menurutnya, pemilihan nada menjadi penentu utama apakah pesan bisa sampai dan terasa ke pendengar.
“Di dunia voice over itu bukan soal suaranya bagus atau tidak, tapi soal tahu teknik dan tahu nadanya,” ujarnya
Dalam praktiknya, Dzaky menjelaskan ada beberapa nada dasar yang sering digunakan dalam voice over, khususnya deep, up, dan energik. Ketiganya punya karakter dan fungsi yang berbeda, tergantung tujuan konten dan audiens yang dituju.
Nada Deep (Berat dan Berwibawa)
Nada deep memiliki karakter suara yang berat, tenang, dan stabil. Nada ini biasanya digunakan untuk iklan yang ingin membangun kepercayaan, seperti profil perusahaan, dokumenter, atau narasi institusional. Menurut Dzaky, nada deep memberi kesan profesional dan meyakinkan, sehingga pendengar lebih fokus pada pesan yang disampaikan.
Ia menekankan bahwa pada nada deep, pengaturan napas dan penekanan kata sangat penting. Suara tidak perlu keras, tetapi harus konsisten dan penuh kontrol agar terdengar matang dan berkelas.
Nada Up (Naik dan Informatif)
Nada up berada di tengah antara santai dan semangat. Karakternya lebih ringan dibanding deep, dengan intonasi yang sedikit naik. Nada ini sering digunakan untuk iklan radio, promo ringan, atau informasi yang ingin disampaikan dengan jelas tanpa terdengar kaku.
Menurut Dzaky, nada up cocok untuk konten yang sifatnya mengajak atau memberi tahu, karena terdengar komunikatif dan mudah diterima. Pendengar tidak merasa digurui, tetapi tetap menangkap inti pesan dengan baik.
Nada Energik (Semangat dan Mengajak)
Nada energik punya tempo cepat, intonasi naik-turun yang jelas, dan penuh daya dorong. Nada ini biasa dipakai untuk promo event, iklan diskon, atau konten yang menuntut respons cepat dari audiens.
Dzaky menjelaskan bahwa nada energik harus diimbangi dengan artikulasi yang jelas. “Semangat itu penting, tapi kalau terlalu cepat dan nggak jelas, pesannya bisa hilang,” ujarnya. Karena itu, kontrol tempo tetap jadi kunci.
Melalui penjelasannya, Dzaky menegaskan bahwa voice over bukan tentang meniru suara orang lain, melainkan memahami kebutuhan pesan. Dengan mengenali perbedaan nada deep, up, dan energik, siapa pun bisa mulai belajar voice over dan menemukan karakter suaranya sendiri sesuai kebutuhan konten. (MN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....