Pinjol dan FOMO, Ancaman Finansial Anak Muda
- 01 Feb 2026 07:46 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Fenomena pinjaman online dan gaya hidup berbasis fear of missing out atau FOMO dinilai menjadi ancaman serius bagi kondisi finansial anak muda, khususnya di era digital saat ini. Dosen UIN Datokarama Palu, Yuni Amelia, menyebut banyak anak muda belum memiliki pemahaman yang memadai dalam mengelola keuangan pribadi.
“Anak muda sekarang menghadapi tekanan besar dari media sosial. Melihat teman ganti ponsel, nongkrong, atau liburan, akhirnya muncul dorongan untuk ikut-ikutan,” ujar Yuni dalam program Sore Ceria PRO 2 Palu, Selasa (27/01).
Menurut Yuni, kondisi tersebut membuat anak muda sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Akibatnya, keputusan finansial sering diambil secara impulsif tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi. Ia mencontohkan kasus mahasiswa yang terpaksa mengambil cuti kuliah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan, namun tetap mempertahankan gaya hidup konsumtif.
“Ini bukan soal tidak punya uang, tapi soal tidak punya perencanaan. Pengeluaran kecil yang dilakukan terus-menerus itu tidak terasa, tapi efeknya besar,” katanya. Yuni juga menyoroti kemudahan akses pinjaman online yang membuat anak muda merasa masalah keuangan dapat diselesaikan secara instan.
“Pinjamannya cepat cair, tapi risikonya panjang. Banyak yang berpikir bisa selesai dengan ganti nomor, padahal data pribadi sudah tersebar,” jelasnya.
Ia menegaskan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak agar anak muda lebih sadar risiko, tidak mudah terjebak tren, serta mampu mengambil keputusan finansial secara bijak. (MN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....