Salah Jurusan Bukan Tanda Kegagalan
- 31 Jan 2026 09:39 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu — Perasaan salah memilih jurusan atau jalur karier kerap menghantui anak muda dan sering disalahartikan sebagai bentuk kegagalan. Namun, dosen muda FKIP UNTAD Danti Indriastuti Purnamasari, yang akrab disapa Danti, menilai hal tersebut tidak bisa dilihat secara hitam putih.
Menurut Danti, pilihan pendidikan dan karier sering kali berada di persimpangan antara keinginan pribadi dan harapan orang tua.
“Kadang kita mengikuti pilihan orang tua karena dianggap lebih berpengalaman. Tapi pilihan orang tua itu bisa tepat, bisa juga tidak,” ujarnya saat diwawancarai di Program Sore Ceria PRO 2 RRI Palu, Jumat (30/1).
Di sisi lain, mengikuti pilihan sendiri pun bukan jaminan selalu berhasil. Danti menegaskan, semua kembali pada kesiapan dan kemampuan personal dalam menjalani pilihan tersebut.
Ia juga menyoroti kondisi ketika ekspektasi orang tua terlalu dibebankan kepada anak, terutama demi mewujudkan mimpi yang belum tercapai oleh orang tua.
“Kadang ada orang tua yang dulu tidak bisa jadi dokter, lalu berharap anaknya harus jadi dokter. Itu yang akhirnya bisa bikin anak depresi, burnout, cemas, dan ragu pada dirinya sendiri,” ungkapnya.
Meski begitu, Danti menekankan bahwa rasa ragu atau berpindah arah bukanlah tanda kegagalan. Ia menilai proses pencarian jati diri merupakan bagian wajar dari perjalanan hidup, khususnya di usia produktif.
“Bukan berarti kita gagal, tapi kita sedang mencari jalan yang paling sesuai dengan diri kita,” imbuhhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....