Dari Pembaca Pasif, Menjadi Penulis Buku
- 23 Jan 2026 19:18 WIB
- Palu
RRI.CO.ID , Palu - Ketertarikan membaca dan menulis dapat tumbuh pada siapa saja, termasuk mereka yang sebelumnya tidak memiliki kebiasaan literasi yang kuat. Hal ini dialami Ilham Januari, mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Tadulako, yang kini aktif sebagai penulis.
Dalam wawancara di RRI Palu, Rabu, (21/1) , Ilham mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjadi pembaca pasif saat masih bersekolah. Minat membaca baru tumbuh ketika ia memasuki bangku kuliah.
“Saya mulai benar-benar membaca buku waktu kuliah. Saat SMA, apalagi masa COVID-19, saya merasa kurang stimulasi otak karena sekolah online,” ujarnya.
Ketertarikannya pada dunia tulis-menulis bermula dari novel Sore: Istri dari Masa Depan. Dari sana, Ilham mulai menuangkan gagasan melalui media sosial, khususnya kritik terhadap isu pemerintahan.
Dorongan tersebut kemudian berkembang menjadi keinginan menulis buku. Pada 2025, Ilham merilis buku berjudul Ketika Kuliah Nanti: Hal Kecil yang Ngeselin, yang mengangkat kebiasaan dan dinamika kehidupan mahasiswa.
“Awalnya hanya tulisan di media sosial, lama-lama saya ingin menulis di kertas, bukan cuma di medsos,” katanya.
Ilham menjelaskan, bukunya terbagi dalam empat bab yang menggambarkan fase kehidupan mahasiswa, mulai dari masa SMA hingga mahasiswa akhir. Isinya berupa refleksi, kritik sosial, dan pengalaman yang dekat dengan realitas kampus. Ia berharap, kisah-kisah tersebut dapat menjadi cermin sekaligus bahan refleksi bagi mahasiswa agar lebih kritis dan sadar akan proses pendidikan yang dijalani. (MN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....