Dampak Parenting VOC Pada Anak yang Viral di TikTok
- 29 Sep 2024 05:30 WIB
- Palu
KBRN, Palu : Pola asuh atau parenting VOC sedang ramai diperbincangkan hingga menuai pro dan kontra. Parenting VOC adalah gaya pengasuhan yang menerapkan kedisiplinan, aturan ketat, dan cenderung otoriter.
Dikutip dari laman detik, Istilah ini pertama kali viral di TikTok dan diperkenalkan beberapa akun, salah satunya konten kreator @Akulah yang membahas mengenai Parenting VOC vc MakMak Batak. Konten ini dengan cepat menarik perhatian publik dan mengundang beragam reaksi.
Dalam konteks ini, istilah VOC tidak merujuk pada Vereenigde Oostindische Compagnie (Perusahaan Hindia Timur Belanda), yang berperan dalam sejarah kolonialisme. Melainkan digunakan sebagai metafora untuk pola asuh yang dianggap keras, disiplin, dan otoriter.
Gaya parenting ini diyakini mengacu pada pola asuh yang berorientasi pada kontrol dan ketaatan ketat, serta mengutamakan hasil daripada proses atau empati terhadap anak. Banyak pengguna media sosial yang mendukung model ini karena dianggap mampu membentuk anak-anak yang tangguh dan disiplin.
Namun, ada juga yang mengkritiknya karena dinilai terlalu keras dan kurang memberikan ruang bagi anak untuk berkembang secara emosional dan kreatif. Ada juga yang beranggapan bahwa pola asuh ini akan membuat cacat mental pada anak.
Bagi pendukungnya, pola asuh VOC dinilai sebagai solusi atas tantangan zaman modern, di mana disiplin dianggap sebagai kunci untuk sukses di masa depan. Mereka percaya bahwa generasi muda perlu dibentuk dengan struktur yang kuat, agar tidak mudah terjebak dalam gaya hidup serba instan dan mudah menyerah.
Beberapa orang tua melihat pendekatan ini sebagai cara untuk menanamkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, ketekunan, dan kerja keras sejak dini. Namun, di sisi lain, kritik keras juga muncul terkait dampaknya pada perkembangan anak.
Psikolog anak berpendapat bahwa pola asuh VOC berpotensi menimbulkan dampak negatif pada perkembangan emosional anak.
Gaya pengasuhan parenting VOC cenderung keras dan menekankan kedisiplinan yang tinggi. Orang tua menuntut anak mematuhi aturan-aturan yang dibuat dan lebih banyak memaksakan kehendak.
Setiap pola asuh pun memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa mempengaruhi perkembangan anak. Namun, perlu digaris bawahi bahwasanya, hasil dari pola asuh yang sama bisa berdampak berbeda pada setiap anak. (Gie'/SC)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....