Kemnaker Tegaskan Pentingnya Validasi 'Unique Skill' Pekerja

  • 28 Jul 2026 20:12 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) melalui Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu menegaskan pentingnya restrukturisasi pola pikir para pencari kerja muda. Di tengah iklim persaingan kerja yang selektif, kualifikasi akademik semata tidak lagi menjadi jaminan utama untuk diserap oleh dunia industri.

Dalam Talkshow Asta Cita SPADA PRO 2 RRI Palu dengan tema "Upgrade Skill, Upgrade Masa Depan", Koordinator Satpel PVP Palu, Arfiani, S.Pd., M.A.P., menerangkan bahwa industri masa kini cenderung mengesampingkan kemampuan yang sifatnya terlalu umum (generalis). Sebaliknya, pihak korporasi dan perusahaan penerima tenaga kerja sangat berfokus pada calon pekerja yang memiliki keahlian khusus (unique skill) yang dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi resmi negara.

"Dunia kerja tidak baik-baik saja bagi orang yang biasa-biasa saja, tetapi dunia kerja akan menjadi sangat baik dan sangat ramah bagi orang yang memiliki value. Bagaimana caranya memiliki value? Pertama adalah kompetensi, kedua kompetensi itu tervalidasi, dan ketiga adalah personal branding," tegas Arfiani.

Arfiani memaparkan bahwa Satpel PVP Palu (yang berada di bawah naungan BBPVP Makassar) secara aktif menyediakan wadah pelatihan vokasi gratis berbasis kompetensi industri bagi usia produktif (17 hingga 65 tahun). Program pelatihan yang disediakan beraneka ragam, meliputi teknik pengelasan (welding), otomotif injeksi, teknik garmen/menjahit, jaringan komputer, digital marketing, hingga program unggulan Pelatihan Bahasa dan Budaya Jepang yang terbukti berhasil memberangkatkan puluhan tenaga kerja lokal ke Jepang.

Selain membekali keahlian teknis (hard skill), Satpel PVP Palu juga membekali peserta dengan keterampilan non-teknis (soft skill) serta memfasilitasi layanan bimbingan karir (career center). Pendekatan ini ditujukan untuk memetakan minat peserta sehingga pelatihan yang diambil benar-benar presisi dengan kriteria yang dicari perusahaan.

"Kami di Balai Vokasi siap memfasilitasi calon rekanaker untuk mengasah soft skill, hard skill, hingga literasi digital," imbuhnya.

Langkah masif pelatihan dan sertifikasi vokasi ini diharapkan menjadi instrumen kunci pemerintah dalam menekan angka pengangguran terbuka, khususnya di wilayah Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....