Peran Perempuan Penting dalam Edukasi Kebencanaan Keluarga
- 14 Mar 2026 21:04 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Edukasi kebencanaan yang melibatkan perempuan dinilai sangat penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat masyarakat. Perempuan dinilai memiliki peran sentral dalam keluarga maupun komunitas sehingga dapat menjadi penggerak kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekitar.
Intan Ketua Kelompok Siaga Bencana Desa Wisolo, kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi menjelaskan bahwa perempuan kerap dianggap lebih panik ketika mendengar kabar bencana. Namun di balik kepanikan tersebut, perempuan justru memiliki kepekaan yang tinggi terhadap keselamatan keluarga.
“Kalau perempuan sudah dengar ada bencana, biasanya mereka yang paling ribut dan teriak-teriak. Tapi sebenarnya di saat panik itu mereka juga langsung mencari anak dan keluarganya untuk dievakuasi,” ujarnya.
Menurutnya, kepekaan tersebut menjadi salah satu kekuatan perempuan dalam menghadapi situasi darurat. Kepedulian terhadap keselamatan anggota keluarga membuat perempuan cenderung bergerak cepat ketika terjadi ancaman bencana.
Di beberapa desa, upaya meningkatkan kesiapsiagaan perempuan juga telah dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Program tersebut dilakukan dengan mengajak masyarakat di setiap dusun untuk mengidentifikasi potensi bencana dan titik-titik ancaman yang ada di wilayah mereka.
Selain itu, perempuan juga dinilai memegang peran penting sebagai penggerak komunitas. Dalam keluarga, perempuan sering berperan sebagai pengelola atau “manajer” rumah tangga yang mengatur berbagai kebutuhan anggota keluarga.
“Di dalam keluarga, ibu biasanya yang mengatur banyak hal. Karena itu, mereka juga menjadi pengasuh yang efektif di tingkat akar rumput,” katanya.
Keterlibatan perempuan juga dianggap penting untuk memastikan kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan anggota keluarga lainnya tetap terpenuhi ketika terjadi bencana. Selain itu, perempuan juga berperan dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga saat kondisi normal. Perempuan memiliki kemampuan menyebarkan informasi dengan lebih luas di lingkungan sosial. Hal ini dinilai menjadi faktor penting dalam menyampaikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Kalau ada sosialisasi di desa biasanya yang datang bapak-bapak. Tapi belum tentu informasi itu disampaikan lagi ke keluarga di rumah. Berbeda dengan perempuan, mereka biasanya akan menyebarkan informasi itu ke keluarga, tetangga, bahkan kerabat,” jelasnya.
Karena itu, perempuan dinilai dapat menjadi agen perubahan di tingkat desa, khususnya dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Melalui peningkatan peran perempuan dalam edukasi kebencanaan, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....