Kesiapsiagaan Bencana Desa Butuh Peran Aktif Perempuan

  • 14 Mar 2026 20:55 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa. Keterlibatan perempuan dinilai mampu membantu memperkuat mitigasi risiko bencana karena kedekatan mereka dengan keluarga dan lingkungan sosial di masyarakat.

Suci Sekertaris Kelompok Siaga Desa Namo menjelaskan bahwa perempuan memiliki karakter alami seperti rasa merawat dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Karakter tersebut menjadi modal penting dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Perempuan itu pada dasarnya memiliki rasa merawat dan kepekaan yang kuat. Hal itu sudah ada dalam diri mereka dan bisa menjadi kekuatan untuk membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan juga memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat. Interaksi sosial yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari membuat informasi dapat dengan cepat tersebar dari satu orang ke orang lainnya.

Ia mencontohkan, berbagai kegiatan sosial seperti pertemuan warga, kelompok PKK, hingga percakapan santai di lingkungan masyarakat dapat menjadi ruang efektif untuk menyampaikan edukasi tentang kebencanaan.

Dalam konteks ini, keberadaan Kelompok Siaga Bencana (KSB) menjadi salah satu sarana untuk memperkuat penyebaran informasi tersebut. Anggota KSB dapat memulai diskusi mengenai kesiapsiagaan bencana di berbagai aktivitas masyarakat sehingga informasi dapat lebih mudah diterima.

“Melalui pertemuan-pertemuan seperti kegiatan PKK atau interaksi sehari-hari di masyarakat, informasi tentang kesiapsiagaan bencana bisa disampaikan dengan lebih dekat dan mudah dipahami,” jelasnya.

Ia menambahkan, perempuan sebenarnya tidak harus memiliki keterampilan khusus yang rumit untuk terlibat dalam kesiapsiagaan bencana. Kemampuan merawat, peka terhadap situasi sekitar, serta keberanian untuk berbagi informasi sudah menjadi modal penting dalam upaya mitigasi bencana.

Selain itu, kemampuan untuk bercerita dan menyuarakan informasi juga menjadi cara efektif untuk membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan perempuan, diharapkan upaya mitigasi bencana di tingkat desa dapat berjalan lebih efektif karena informasi dan kesadaran dapat menyebar lebih cepat di lingkungan masyarakat. (IM)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....