Bencana Tak Datang dengan Peringatan, Kesiapsiagaan Harus Dimulai dari Keluarga
- 14 Mar 2026 20:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana dinilai masih rendah. Banyak warga yang baru memikirkan langkah penyelamatan ketika bencana sudah terjadi, bukan mempersiapkannya sejak dini.
Dalam sebuah wawancara di Program Jaga Malam PRO 2 RRI Palu, Hilda Anggota Kelompok Siaga Bencana menyebutkan bahwa kesalahan paling umum yang dilakukan masyarakat adalah menganggap bencana sebagai sesuatu yang hanya perlu dipikirkan saat peristiwa itu datang. Akibatnya, rencana penyelamatan sering kali hanya sebatas ada di dalam pikiran, tanpa pernah dipraktikkan bersama keluarga.
“Banyak masyarakat masih melihat bahwa bencana itu urusannya nanti ketika sudah terjadi. Jadi rencananya hanya ada di kepala masing-masing, bukan dipraktikkan bersama keluarga,” ujarnya.
Padahal, bencana alam bisa terjadi kapan saja tanpa tanda terlebih dahulu. Oleh karena itu, kesiapsiagaan perlu dibangun sejak awal agar setiap anggota keluarga mengetahui langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat. Menurutnya, masyarakat bisa belajar dari negara-negara yang sudah memiliki sistem kesiapsiagaan bencana yang baik, seperti Jepang dan Taiwan. Di negara tersebut, edukasi kebencanaan sudah diberikan sejak usia dini.
“Di sana anak-anak dari TK sudah dibiasakan memiliki awareness terhadap bencana. Simulasi rutin dilakukan di sekolah maupun di keluarga,” katanya.
Melalui kebiasaan tersebut, masyarakat di negara-negara tersebut cenderung lebih tenang ketika bencana terjadi karena sudah mengetahui prosedur evakuasi dan tindakan yang harus diambil. Sebaliknya, kurangnya latihan dan pemahaman di masyarakat sering memicu kepanikan saat bencana benar-benar terjadi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai membangun budaya kesiapsiagaan dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Langkah sederhana seperti berdiskusi mengenai rencana evakuasi, mengenali jalur aman, hingga melakukan simulasi sederhana di rumah dapat membantu meningkatkan kesiapan menghadapi bencana.
“Tidak perlu langsung melihat dari tingkat pemerintah atau negara. Mulai saja dari diri sendiri dan keluarga. Bagaimana kita mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu bencana datang,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai kesalahan pemahaman yang terjadi selama ini seharusnya dapat menjadi bahan evaluasi agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Dengan meningkatnya kesadaran dan latihan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat tidak lagi panik ketika bencana terjadi dan dapat melakukan langkah penyelamatan secara cepat dan tepat. (IM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....