Desa Masari Jadi Teladan Moderasi Beragama di Parimo

  • 17 Okt 2025 14:54 WIB
  •  Palu

KBRN, Parimo : Memperkuat semangat toleransi dan mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi terus digencarkan Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya di wilayah operasi.

Kaops Madago Raya Kombes Pol. Heni Agus Sunandar, S.I.K.,M.H., yang dibacakan Ka. Posko Satgas II Preemtif, Kompol Mat Syukri., Kamis (16/10/2025) mengatakan melalui kegiatan Penguatan Moderasi Beragama dalam Bingkai NKRI, Satgas Madago Raya mengajak masyarakat Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), menjadi contoh nyata kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.

“Kegiatan ini menjadi upaya langkah strategis untuk menjaga keamanan dan membentengi masyarakat dari paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” jelasnya.

Kompol Mat Syukri menjelaskan, penguatan moderasi beragama merupakan program inovatif yang dijalankan Satgas Madago Raya tahap IV tahun 2025. Tujuannya adalah membangun karakter masyarakat yang toleran, cinta damai, dan menghargai perbedaan.

"Desa Masari dipilih sebagai lokasi percontohan Kampung Moderasi Beragama karena memiliki keragaman sosial yang tinggi. Masyarakat dari berbagai latar belakang dapat hidup berdampingan secara damai, menjadi contoh bagi wilayah lain di Sulawesi Tengah," ungkapnya.

Dua narasumber turut memberikan pencerahan dalam kegiatan ini. Ketua FKUB Provinsi Sulteng, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan materi bertema “Moderasi Beragama sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa.”

Ia menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya soal memahami perbedaan, tetapi juga bagaimana menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, sikap adil, toleran, dan menghargai keyakinan orang lain adalah kunci utama menciptakan kehidupan berbangsa yang damai.

Sementara itu, Ustadz Drs. H. Mappeasse, M.M, yang juga Wakil Ketua MUI Kabupaten Parigi Moutong, membawakan materi bertema “Moderasi Beragama dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.”

Dalam paparannya, ia mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan sejak dini. Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga sebagai dasar mempererat hubungan antarumat beragama, agar tidak mudah terpecah oleh isu intoleransi dan radikalisme.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....