Posko Angkutan Lebaran Ditutup, KSOP Palu Catat Penurunan Jumlah Penumpang
- 30 Mar 2026 20:00 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 di wilayah kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Palu resmi berakhir. Hal itu ditandai dengan penutupan Posko Terpadu Angkutan Laut Lebaran 2026 di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, pada Senin, 30 Maret 2026.
“Perlu saya sampaikan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan selamat serta tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu Handry Sulfian saat memimpin penutupan posko Angkutan Laut Lebaran 2026.
Dia mengatakan, suksesnya penyelenggaraan Angkutan Lebaran di wilayah kerja KSOP Palu tidak terlepas dari komitmen seluruh petugas dari berbagai instansi terkait dalam menerapkan langkah strategis, khususnya dalam mengutamakan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama.
“Alhamdulillah penumpang dan pergerakan kapal dapat terlayani dengan baik serta tidak terjadi gangguan signifikan yang dapat menghambat kelancaran penyelenggaraan angkutan laut,” ujarnya.
Meski demikian, berdasarkan hasil evaluasi selama periode Angkutan Lebaran sejak 13 hingga 30 Maret 2026, KSOP Palu mencatat terjadi penurunan jumlah penumpang sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dari tiga wilayah kerja yang beroperasi, yakni Pelabuhan Pantoloan (Kota Palu), Pelabuhan Donggala, dan Pelabuhan Wani (Kabupaten Donggala), tercatat jumlah penumpang kedatangan sebanyak 9.005 orang, sementara keberangkatan mencapai 7.353 orang, sehingga total pergerakan penumpang mencapai 16.358 orang.
“Yang tiba (kedatangan) turun 3,23 persen, kemudian yang naik (keberangkatan) turun 25,82 persen, jumlah total penurunan 14,88 persen,” sebut Handry.
Ia menjelaskan, penurunan jumlah penumpang ini dipicu oleh sejumlah faktor, di antaranya rentang periode Angkutan Lebaran 2026 yang lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, periode tersebut berlangsung selama 18 hari, sedangkan pada 2025 mencapai 22 hari.
“Pelabuhan Taipa (Kota Palu) tidak beroperasi. Salah satunya itu juga (penyebabnya),” tutur Handry.
Di samping itu, menurut Handry, membaiknya konektivitas rute KM Sabuk Nusantara 89 di wilayah Sulawesi Tengah turut memengaruhi distribusi pergerakan penumpang di wilayah kerja KSOP Palu.
“Sulawesi Tengah ini ada beberapa UPT (Unit Pelaksana Teknis). Dulu mungkin karena terfokusnya di Palu jadi jumlahnya semua di Palu, tapi sekarang Kementerian Perhubungan melalui Sabuk Nusantara di wilayah beberapa Sulawesi Tengah terkonek aktivitasnya,” sebutnya.
Adapun dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini, KSOP Palu mengoperasikan empat armada kapal untuk melayani penumpang, yakni KM Dorolonda dan KM Lambelu di Pelabuhan Pantoloan, KM Dharma Kencana V di Pelabuhan Donggala, serta KM Sabuk Nusantara 89 di Pelabuhan Wani.
Meski terjadi penurunan jumlah penumpang, Handry menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan posko Angkutan Lebaran, sehingga kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga penutupan.
"Kami menyampaikan ucapan ribuan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran 2026 khususnya pada TNI, Polri, BMKG, PT Pelindo, PT Pelni serta instansi terkait lainnya," ucap Handry.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....