Karhutla Mengancam, OKI Perkuat Sinergi Pemerintah dan Perusahaan

  • 05 Okt 2026 23:14 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten OKI menyiagakan 1.470 personel regu inti pemadam perusahaan dan 176 Kelompok Tani Peduli Api untuk menghadapi musim kebakaran hutan dan lahan.
  • Evaluasi kesiapsiagaan karhutla dilaksanakan di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam dengan partisipasi langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Bupati Muchendi Mahzareki.
  • Strategi pencegahan dan penanganan karhutla melibatkan kolaborasi antara regu pemadam profesional dan kelompok tani lokal untuk menjaga kelestarian hutan dan lahan di wilayah OKI.

RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 1.470 personel regu inti pemadam perusahaan dan 176 Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) disiagakan untuk mendukung pencegahan.

Kesiapan tersebut dievaluasi di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, Minggu, 4 Oktober 2026. Evaluasi dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Bupati OKI Muchendi Mahzareki, dan sejumlah unsur terkait.

Kegiatan tersebut melibatkan BPBD, TNI, Polri, camat, kepala desa, dan perwakilan perusahaan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pencegahan serta mempercepat penanganan karhutla.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan kesiapan perusahaan menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian karhutla. Perusahaan diminta memastikan personel, peralatan, sumber air, komunikasi, dan akses menuju wilayah rawan tersedia.

“Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama,” ujarnya. “Perusahaan harus memastikan personel dan peralatan siap, masyarakat ikut menjaga lingkungan, dan pemerintah memastikan koordinasi berjalan cepat,” ujarnya.

Selain menyiapkan sumber daya pemadaman, perusahaan juga memiliki kewajiban membina masyarakat di sekitar wilayah kerja. Pembinaan tersebut dilakukan melalui penguatan KTPA sebagai bagian dari pencegahan berbasis masyarakat.

KTPA berperan dalam edukasi, pemantauan lingkungan, patroli, serta deteksi dini potensi kebakaran. Pemkab OKI juga terus mengevaluasi kesiapan perusahaan dan upaya pengendalian di wilayah kerja masing-masing.

Pengawasan dilakukan terhadap dugaan kejadian karhutla di sejumlah wilayah konsesi perusahaan. Enam perusahaan perkebunan telah dimintai klarifikasi untuk memastikan kondisi lapangan dan mengevaluasi langkah pengendalian.

Muchendi menegaskan penanggulangan karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat. TNI, Polri, Manggala Agni, serta BPBD juga dilibatkan dalam koordinasi penanganan di lapangan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tuturnya. “Semua unsur memiliki peran dan bergerak dalam satu koordinasi,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....