Teknologi Drone Bantu Padamkan Karhutla di Wilayah Gambut OKI

  • 29 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Teknologi drone pembawa cairan pemadam X-Fire digunakan untuk menangani kebakaran hutan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
  • Area Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam yang terbakar sulit diakses melalui jalur darat sehingga memerlukan solusi teknologi drone.
  • Penanganan kebakaran hutan dan lahan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026 dipimpin oleh Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Slog Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Hery Santoso bersama Wakapolres OKI Kompol Hamsal.

RRI.CO.ID, OKI - Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, diperkuat dengan teknologi drone pembawa cairan pemadam X-Fire. Teknologi tersebut membantu petugas menjangkau area terbakar di Desa Sungai Bungin, Kecamatan Pangkalan Lampam, yang sulit diakses melalui jalur darat.

Pemantauan dan penanganan karhutla berlangsung pada Minggu, 27 September 2026. Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Slog Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Hery Santoso bersama Wakapolres OKI Kompol Hamsal.

Drone membawa cairan X-Fire menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau personel melalui jalur darat. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi dukungan tambahan dalam menangani kebakaran pada kawasan dengan karakteristik lahan gambut.

Cairan X-Fire digunakan dalam proses pemadaman karena dapat membantu menghemat penggunaan air. Cairan tersebut juga digunakan untuk membantu pendinginan lapisan gambut agar potensi munculnya kembali api dapat ditekan.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan teknologi tersebut membantu petugas menghadapi kondisi medan yang menyulitkan proses pemadaman. Menurutnya, keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama selama penanganan berlangsung.

“Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan secara maksimal. Pemanfaatan teknologi seperti drone menjadi dukungan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses,” ujarnya.

Eko menegaskan penanganan karhutla tidak berhenti setelah api di permukaan berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

“Dengan dukungan teknologi dan koordinasi seluruh pihak, kami berupaya agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.

Pemantauan di Desa Sungai Bungin juga dilakukan untuk mengevaluasi hasil penanganan serta mengetahui kendala yang dihadapi petugas. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan untuk menentukan langkah lanjutan pengendalian karhutla di wilayah OKI.

Penggunaan drone dan cairan X-Fire melengkapi penanganan yang dilakukan personel di darat. Upaya tersebut diarahkan untuk membantu mengendalikan api, mencegah perluasan kebakaran, serta menjaga keselamatan petugas di medan yang sulit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....